Wartasentral.com, Depok – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Depok tahun 2026 menargetkan penerbitan 6.000 Sertipikat Hak Atas Tanah (SHAT). Namun lantaran adanya pemblokran dari Kementerian ATR/BPN, maka hanya tersisa 4000 sertipikat.
“Kegiatan ini difokuskan pada penyelesaian berkas tersisa (K3 Backlog), serta validasi,” terang Kepala BPN Depok Budi Jaya, S.T., M.T., QRMP, saat Coffe Morning bersama Insan Media, di Aula Kantah Depok, Kamis (18/6/2026).
Dari sisi pendaftaran, jelasnya, sudah selesai. Sejauh ini pada tahun 2026 di beberapa Kelurahan, memang sedang berjalan.
“Bahkan 2 minggu lalu, saya langsung turun ke lapangan di Kelurahan Cimpaeun Kecamatan Tapos. Disitu, kami semua melihat antusias masyarakat di lapangan dan ternyata memang cukup terbukti dengan berkas yang terkumpul dan jumlah bidang tanah yang dapat kita tidak lanjuti untuk menjadi sertifikat,” paparnya.
Budi membeberkan, pelaksanaan program PTSL di Kota Depok tipologinya itu berbeda dengan Kota atau Kabupaten tetangga.
PTSL tahun ini, urainya, melanjutkan basis pemetaan data tahun sebelumnya yang menggunakan anggaran Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Jadi jelas, bedanya tidak meliputi seluruh kegiatan termasuk tidak ada lagi anggaran pengukuran.
Mengenai pembiayaan PTSL tahun 2026, Budi Jaya menjelaskan, anggaran dalam DIPA untuk alokasi itu sejumlah Rp. 750.000, untuk 6000 SHAT.
“Namun dari jumlah 6000 tadi, sebanyak 2000 diblokir sehingga anggaran yang dibuka hanya untuk 4000,” imbuhnya.
Ia mengemukakan, pembelokiran tersebut merupakan atas perintah Kementerian ATR/BPN, atas perintah Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Jadi anggaran yang di blokir, akan dialokasikan pada kegiatan yang dilaksanakan pemerintah pusat.
“Pemblokiran tahun ini bisa dibuka atau tidak, tergantung arahan dari pemerintah. Kiita upayakan yang ada, untuk kita selesaikan,” utasnya.
Budi Jaya mengakui, semua pelayanan BPN Kota Depok mungkin belum semuanya sempurna tapi pihaknya selalu berupaya untuk benahi.
“Pelayanan kami mungkin juga bukan pelayanan yang baik secara keseluruhan, tapi kami berusaha untuk membenahi. Kami optimis dengan antusias masyarakat, 4000 sertipikat bisa tercapai tahun ini,” pungkasnya. (Thesa)
