Wartasentral.com, Depok – Meski Pemerintah telah memberikan peringatan keras kepada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar menyajikan menu yang layak konsumsi, namun masih saja ada SPPG “Nakal” di Kota Depok yang diduga menyajikan lauk tidak layak konsumsi.
Hal demikian itu, ditemukan di SMPN 2 Depok, Rabu (16/9/2026). Sejumlah petugas distribusi MBG Siswa SMPN 2 Depok menyampaikan, ada banyak MBG yang tidak dimakan oleh siswa, lantaran salah satu lauk protein berbau tak sedap.
“Banyak yang tidak dimakan siswa ini MBG, makanannya ada yang bau tidak enak di makan,” ujar salah satu petugas pembagian MBG Siswa SMPN 2 Depok, sekira pukul 10:37 WIB.
Senada, seorang petugas pencatat distribusi MBG SMPN 2 Depok juga menjawab, ada banyak MBG yang tidak dimakan siswa lantaran sudah bau.
Namun, ia tidak mengetahui MBG tersebut bersumber dari SPPG mana dan tidak tahu menahu nama SPPG tersebut.
“Iya itu banyak yang tidak mau makan, karena katanya bau ikannya. Saya tidak tahu, ini MBG dari SPPG mana,” jelasnya.
Selentingan, salah satu petugas melontarkan bahwa SPPG tersebut kalau tidak salah berada di wilayah dekat dengan Villa Santika.
Tak jauh berbeda, salah satu petugas distribusi MBG juga menyatakan ikan lele goreng pada menu MBG itu tidak enak dimakan, juga sudah bau tidak sedap.
“Masih banyak itu pak MBG, pada tidak mau makan. Kalau mau itu masih banyak, tapi cuma Ikan lelenya sudah tidak enak dimakan, sudah bau,” urainya.
Menanggapi temuan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok dr. Devi Maryori mengatakan akan menindaklanjuti, agar ke depan tidak ada lagi SPPG “Nakal” yang menyajikan menu MBG tidak layak konsumsi.
“Baik, terimakasih laporannya bang Riki, akan saya teruskan ke Korwil Depok,” ucapnya, melalui aplikasi pesan singkat pada hari yang sama, sekira pukul 11:39 WIB.
Sementara Wakil Ketua DPRD Depok Yeti Wulandari pada hari yang sama, belum menanggapi temuan tersebut saat dihubungi melalui aplikasi pesan singkat.
Temuan makanan tidak layak konsumsi ini sungguh sangat disayangkan, lantaran belum sampai jam 12:00 siang makanan sudah bau dan tidak layak konsumsi, sehingga merugikan konsumsi gizi para siswa sebagai generasi penerus bangsa Indonesia. (Riki)






