Ragam  

Bangun Generasi Berakhlak Mulia, Masjid Al-Anshor Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Ketua Majelis Ta'lim Al - Anshor Muhammad Tisna (foto: Riki)

Wartasentral.com, Depok – Sebagai rasa hormat dan cinta yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan keimanan dan memperdalam pemahaman agama, Masjid Al – Anshor mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1448 H / 2026.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Membangun Generasi Berakhlak Mulia” itu, bertempat di Masjid Al – Anshor, Jalan Usman Awi Kampung Grogol, RT 05/01 Kelurahan Rangkapan Jaya Kecamatan Pancoran Mas, Jumat (11/9/2026).

Ketua Majelis Ta’lim Al – Anshor Muhammad Tisna memanjatkan rasa bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, lantaran para warga Kp. Grogol khususnya warga RT.05/01 masih diberikan nikmat sehat, sehingga bisa menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Bapak ibu, bersyukur kita kepada Allah SWT, dimana pada kesempatan malam hari ini kita masih diberikan sehat dan bermacam nikmat lainya, sehingga bisa berkumpul dalam rangka pengajian silaturahim tingkat RW 01, sekaligus Maulid Nabi besar kita Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam,” ujarnya.

Ketua DKM Masjid Al – Anshor Muhammad Anwar menyampaikan, lingkungan RT 05/01 pada bulan September ini mendapatkan giliran mengadakan pengajian Majelis Silaturahmi RW 01.

“Karena waktunya berdekatakan dengan tanggal Kelahiran Nabi Muhammad, maka pengajian Majelis Silaturahmi RW 01 dilaksanakan berbarengan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad,” terangnya.

Ia memohon maaf, jika dalam pelaksanaan masih terdapat banyak kekurangan terutama fasilitas Masjid yang masih kurang memadai, lantaran masih akan terus dilakukan pembangunan.

“Bapak Ketua Majelis Silaturahmi, kami mohon maaf dan kami selaku pengurus Masjid Al – Anshor mengucapkan terima kasih atas perhatian bapak-bapak ibu-ibu para jamaah, telah hadir unuk mendengarkan tausiah dari bapak guru kita Bapak K.H. Mardani Ismail,” ucapnya.

Ia berharap doa dan dukungan dari para jamaah, agar Masjid tersebut kedepannya akan lebih bagus dan lebih baik lagi.

Ketua Majelis Silaturahim RW 01 Kelurahan Rangkapan Jaya Ustad Abdul Holik menyampaikan, pengajian Majelis Silaturahmi dilaksanakan sebulan sekali secara bergiliran mulai dari RT 001 sampai RT 007.

“Malam ini Alhamdulillah, kita menghadiri pengajian sekaligus Maulid di masjid Al – Anshor RT 05. Alhamdulillah, ucapan terima kasih kepada Bapak Ketua DKM, yang sudah memberikan tempat yang luar biasa, jamaahnya juga banyak. Mudah-mudahan, bulan depan juga makin banyak lagi,” harapnya.

Ia pun mendoakan, niat, langkah kaki para jemaah yang telah hadir, mendapatkan catatan amal ibadah serta ridho dari Allah SWT.

Pada kesempatan itu, Ketua RT 05/01 Ahmad Yusuf menekankan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar untuk meneladani akhlak Rasulullah dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Sesuai dengan temanya, Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Membangun Generasi Berakhlak Mulia. Kita harapkan, kita dan anak muda lingkungan kita ini, bisa meneladani sifat mulia Rasulullah,” imbuhnya.

Ucup menegaskan, karena Maulid ini meneladani akhlak Rasulullah, maka ia meminta kepada para jemaah untuk tidak membuang atau meninggalkan sampah berserakan di lingkungan Masjid.

“Jika habis Maulid malam ini banyak sampah berserakan, maka kita baru sekedar memperingati, belum meneladani. Sedangkan kita malam ini Maulid untuk meneladani akhlak Rasul, maka mari kita jangan biarkan sampah berserakan,” tekannya.

K. H. Mardani Ismail, S.Ag dalam tausiahnya menjelaskan sifat dan akhlak Nabi Muhammad, sebagai manusia yang patut diteladani oleh manusia.

“Kita manusia harus mencontoh manusia, binatang harus mencontoh binatang. Nabi kita Muhammad SAW ini bukan malaikat, bukan dewa, tapi manusia sama seperti kita. Jadi, kita sebagai manusia patut meneladaninya,” tatarnya.

Kiai Mardani pun mengisahkan akhlak Nabi Muhammad, yang selalu meningkatkan keimanannya terhadap Allah SWT, dengan senantiasa memperbanyak ibadah.

“Nabi itu tidurnya sedikit, nah kalo kita, ibadah sebentar, sebentar tidur. Nabi pun kalau makan sebelum lapar berhenti sebelum kenyang. Nah kalau kita, ibadah sebentar, sebentar makan,” ulasnya.

Ia menyampaikan, Nabi Muhammad SAW merupakan manusia istimewa. Kekasih Allah itu, mau mati saja di tawarkan boleh cabut ruhnya apa tidak.

Saat Nabi sedang sakit parah, Allah memerintahkan Malaikat Izroil untuk mendatangi rumah Nabi dan mencabut ruh Nabi selembut mungkin, namun Malaikat Izroil harus tanyakan dulu kepada Nabi apa boleh dicabut ruhnya.

Sebelum Malaikat Izroil mencabut ruhnya, Nabi Muhammad bertanya kepada Malaikat Jibril, jika ia mati bagaimana dengan umatnya.

“Jibril mengatakan, umat Nabi Muhammad adalah umat yang pertama kali masuk surga daripada umat nabi-nabi sebelumnya,” ungkapnya.

Bahkan dikisahkan, ketika Nabi Muhammad merasakan sakitnya saktarul maut, Rasul meminta biar ia saja yang menanggung perihnya sakaratul maut umatnya.

Lantaran itu, Kiai Mardani mengajak para jemaah agar selalu mencintai Nabi Muhammad SAW dan jangan sekali pun berani meninggalkan sholat 5 waktu.

“Jangan tinggalkan juga shalawat Nabi Muhammad saat sedang mengerjakan apapun, agar kelak kita mendapatkan syafaat beliau,” utasnya. (Riki)

Tinggalkan Balasan