Wartasentral.com, Jakarta – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan capaian kinerja dan hasil pembangunan beberapa prioritas pembangunan daerah tahun 2025, dalam laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tahun anggaran 2025 di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta.
“Pertama urusan Pendidikan. Yaitu terlaksananya program wajib belajar 12 tahun melalui penyaluran biaya personal pendidikan bagi peserta didik dari keluarga tidak mampu melalui Kartu Jakarta Pintar atau KJP Plus,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, jumlah penerima manfaat KJP plus tahun 2025 lalu sebanyak 707.513 orang dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul atau KJMU sebanyak 16.920 orang pada penyaluran tahap kedua.
Lalu, terlaksananya perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata dengan menghadirkan 40 sekolah swasta gratis di lima wilayah kota.
Kemudian terlaksananya penebusan 6.050 ijazah dengan dukungan dari BAZNAS (BAZIS) sebagai upaya membantu warga agar dapat kembali mengakses peluang kerja dalam rangka peningkatan kesejahteraan.
Lalu, tersalurkannya Dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP) sebesar Rp1,45 triliun dan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan sebesar Rp1,99 triliun di seluruh jenjang pendidikan meliputi SD, SMP, SMA, SMK, dan pendidikan khusus.
Kedua, Rano memaparkan mengenai rusan kesehatan. Saat akses terhadap layanan kesehatan yang holistik, berkualitas, dan berkelanjutan dengan nilai Universal Health Coverage Service Coverage Index meningkat menjadi sebesar 80,07 persen dan tercapainya indeks pencapaian SPM kesehatan berkategori tuntas sebesar 100 persen.
Kemudian, terjaminnya cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN mencapai 99,94 persen dengan jumlah peserta didaftarkan Pemda sebanyak 4,25 juta orang.
Terlaksananya perluasan layanan kesehatan dasar dengan menghadirkan layanan kesehatan berbasis homecare bagi warga dengan keterbatasan mobilitas, khususnya lansia.
Layanan ini dikatakannya, dilaksanakan oleh 292 perawat koordinator pasukan putih yang bertugas di Puskesmas pembantu dan 484 petugas pasukan putih yang diturunkan langsung ke rumah-rumah warga.
Lalu juga ada pelayanan kesehatan mental daring 24 jam melalui JakSehat dengan psikolog klinis yang telah diakses oleh 3.753 warga.
Masih di urusan kesehatan, Rano memaparkan terlaksananya pembangunan empat Puskesmas masing-masing di wilayah Kecamatan Matraman, Kelurahan Bareng Kambang, Kelurahan Glodok, dan Kelurahan Bendungan Hilir.
Selain itu, juga terlaksana peningkatan sarana dan prasarana kesehatan berupa rehab total lima Puskesmas yaitu Puskesmas Senen, Pustu Meruya Selatan, Pustu Johar Baru 2, Pustu Pegangsaan, dan Pustu Rorotan.
Ketiga, Rano memaparkan urusan sosial. Tahun 2025 lalu telah terlaksana program perlindungan dan jaminan sosial melalui optimalisasi bantuan sosial pemenuhan kebutuhan dasar yaitu Kartu Anak Jakarta sebanyak 25.450 orang, Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta sebanyak 25.519 orang, dan Kartu Lansia Jakarta sebanyak 167.820 orang.
Sedangan yang keempat, yakni, Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Rano memaparkan terlaksananya program pengelolaan sumber daya air antara lain meningkatkan kapasitas tampungan air menjadi 539.674 meter kubik, pengerukan sungai di 2.334 titik dengan volume 919.173 meter kubik.
Penanganan genangan kurang dari dua jam sebesar 88,1 persen dan 71,61 persen pantai Kepulauan Seribu telah bebas dari abrasi.
Kemudian meningkatkan akses pengelolaan air limbah menjadi 23,9 persen, dengan kapasitas debit air limbah yang terolah sebesar 1.271 meter kubik per hari.
Selanjutnya Rano menjelaskan upaya meningkatkan akses air minum aman perpipaan menjadi 79,53 persen dengan kapasitas sebesar 22.888,3 liter per detik dan pembagian tangki air sebanyak 1.002 tangki air pada masyarakat di wilayah bertekanan air rendah di lima wilayah kota.
Lalu juga telah terpeliharanya 97,35 persen jalan dalam kondisi mantap dan 7,47 persen rasio jalur pedestrian yang telah dilengkapi fasilitas pendukung pada lokasi transportasi massal.
Kelima Rano memaparkan tentang urusan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Saat ini telah dilakukan upaya meningkatkan hunian layak, ditandai dengan tingkat keterhunian seluruh Rusunawa di Jakarta telah mencapai 85,89 persen.
Ada juga peningkatan pengembangan perumahan dengan dimulainya pembangunan Rusunawa di tiga lokasi yaitu Padat Karya Tahap 2, Rorotan 9 Tahap 1, dan Margasatwa Klaster C.
Lalu, juga ada peningkatan kualitas kawasan permukiman melalui penataan kawasan permukiman di sebanyak 54 RW kumuh atau seluas 1.720,32 hektar dari enam wilayah administrasi se-DKI Jakarta.
Keenam, Rano melaporkan urusan lingkungan hidup (LH). Dipaparkan Rano telah meningkatnya capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup sebesar 55,28 persen sesuai dengan metode perhitungan IKLH terbaru, di mana terdapat perbaikan pada indeks kualitas air, indeks kualitas lahan, dan indeks kualitas air laut.
Selanjutnya meningkatnya capaian penurunan emisi gas rumah kaca tahunan menjadi 26,96 persen, meningkatnya pengelolaan persampahan dengan 100 persen sampah terkelola yang terdiri dari 30 persen pengurangan sampah dan 70 persen penanganan sampah dengan kapasitas sistem penanganan mencapai 5.280 ton per hari.
Lalu meningkatkan presentase Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi 5,59 persen atau setara dengan luasan 3.773,56 hektar melalui pembangunan 15 lokasi RTH taman, satu lokasi RTH jalur hijau, tiga lokasi RTH hutan, dan satu lokasi RTH makam dengan 7.627 meter persegi potensi petak makam baru.
Kemudian meningkatnya fungsi taman kota, di antaranya dengan program taman 24 jam dan mengintegrasikan tiga taman yaitu Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Barito menjadi Taman Bendera Utama.
Sejumlah taman yang buka selama 24 jam, juga telah menjadi tempat aktivitas ruang publik yang mendorong budaya interaksi sosial masyarakat.
Selain itu, Rano menjelaskan fungsi ekologis taman juga diperkuat melalui penambahan area resapan air seperti di Embung Lapangan Merah Jakarta Selatan dan Waduk Giri Kencana Jakarta Timur yang membantu pengendalian limpasan air dan mendukung pengelolaan lingkungan perkotaan.
Ketujuh, Rano memaparkan tentang urusan perhubungan. Ia menjelaskan tentang meningkatnya perjalanan penduduk menggunakan moda transportasi publik menjadi sebesar 23,63 persen dan bertambahnya titik integrasi antarmoda sebanyak empat titik.
Lalu meningkatnya layanan angkutan umum yang melayani 4,9 juta perjalanan per hari di antaranya terdiri dari pengguna TransJakarta sebanyak 1.415.714 perjalanan per hari, KRL 952.817 perjalanan per hari, MRT 128.136 perjalanan per hari, bus/angkot reguler 263.089 perjalanan per hari, dan LRT Jakarta 3.689 perjalanan per hari.
Ke depan, Rano mengaku pelayanan angkutan umum akan terus ditingkatkan melalui perluasan jalur angkutan umum berbasis rel salah satunya MRT Jakarta Fase 2 Bundaran HI hingga Kota yang progres pembangunannya telah mencapai 55,89 persen per Desember 2025.
Setelah ia memaparkan tentang terlaksananya perluasan kawasan transportasi umum, hingga menjangkau kawasan aglomerasi sebanyak 16 rute yang melayani lebih 21 juta penumpang.
Selain itu, Rano juga memaparkan tentang meningkatnya aksesibilitas dan penggunaan transportasi umum serta mengurangi beban pengeluaran masyarakat, melalui implementasi kebijakan transportasi publik gratis bagi 15 golongan masyarakat.
Ke delapan, Rano menjelaskan tentang urusan pariwisata. Tahun 2025, PDRB sektor pariwisata tumbuh sebesar 9,66 persen dengan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jakarta meningkat menjadi 37,8 juta orang.
Serta pertumbuhan sektor ekonomi kreatif sebesar 9,42 yang di antaranya didorong oleh peningkatan 103 pelaku ekonomi kreatif dan pemanfaatan serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, melalui pendaftaran 160 produk.
Kesembilan Rano memaparkan mengenai urusan Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah. Yaitu terlaksananya pengembangan UMKM melalui peningkatan persentase Jakpreneur yang terdigitalisasi menjadi 130,43 persen.
Pemberdayaan dan perlindungan koperasi juga mengalami peningkatan volume usaha koperasi sebesar 4,89 persen.
Ditegaskannya, perkembangan koperasi di Jakarta difokuskan pada legalitas pembuatan akta koperasi sebanyak 267 koperasi berwirausaha merah putih di tiap kelurahan dan dari jumlah tersebut, 38 koperasi percontohan serta 115 koperasi non-percontohan sudah memiliki gerai dan memulai usaha.
Kesepuluh, Rano Paparkan urusan tenaga kerja. Dijelaskan Rano, tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 6,05 persen pada Agustus 2025 atau turun sebesar 0,16 persen dibandingkan Agustus tahun 2024.
Ia juga memaparkan meningkatnya penempatan tenaga kerja, di mana sebanyak 2.894 peserta terserap dari pelaksanaan Job Fair atau Bursa Kerja yang dilaksanakan di tingkat provinsi, kabupaten/kota administrasi, satuan pendidikan, serta Job Fair khusus bagi penyandang disabilitas.
Kesebelas, Rano melaporkan capaian mengenai urusan pangan. Yakni, tercapainya Indeks Ketahanan Pangan sebesar 71,52 dalam kategori tahan pangan melalui kegiatan panen raya, urban farming, pangan murah bersubsidi, dan kerja sama pangan antar daerah oleh BUMD pangan.
Selanjutnya tercapainya skor pola pangan harapan sebesar 94,7 dari 100 melalui upaya sosialisasi konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman terhadap 1.150 siswa di enam sekolah dalam rangka menumbuhkan ketahanan sejak dini mengenai konsumsi yang sehat dan berkualitas.
Kedua belas, Rano memaparkan tentang urusan penanaman modal. Yakni meningkatnya realisasi nilai investasi sebesar Rp270,9 triliun, lebih tinggi Rp 29,7 triliun dari tahun 2024.
Peningkatan ini didapatkan melalui penguatan peran Jakarta Investment Center, penyelenggaraan Jakarta Investment Festival, perbaikan iklim usaha, serta pengembangan sektor unggulan investasi, terlaksananya program pelayanan penanaman modal berupa fasilitasi pelayanan terpadu perizinan dan non-perizinan berbasis sistem Online Single Submission atau OSS kepada 215.642 pelaku usaha.
Ketiga belas Rano Paparkan urusan komunikasi dan informatika. Yaitu tercapainya nilai Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE tahun 2025 sebesar 4,55 atau setara dengan predikat memuaskan melalui implementasi manajemen risiko SPBE, pengembangan Jaktive Super App.
Serta peningkatan literasi digital masyarakat dan penyediaan internet publik, mendorong pemerataan layanan informasi dan komunikasi bagi seluruh warga melalui pengoperasian Jakwifi di 2.582 titik.
Keempat belas, Rano paparkan mengenai urusan kepegawaian. Yaitu tercapainya nilai indeks sistem merit sebesar 350,5 dengan kategori Sangat Baik, yang didukung oleh penguatan manajemen ASN melalui assessment center.
Antara lain pemetaan kompetensi pegawai, pengisian jabatan secara profesional, pemenuhan kebutuhan SDM melalui rekrutmen terbuka, serta pengembangan dan penghargaan bagi ASN.
Kelima belas, Rano jelaskan mengenai urusan ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat.
Yaitu, meningkatnya ketenteraman dan ketertiban umum melalui penyelesaian pelanggaran Perda atau Perkada, terkait ketenteraman dan ketertiban umum sebesar 96,6 persen, terpenuhinya kebutuhan dasar pengungsi bencana dalam waktu 1 x 24 jam serta pendampingan yang dilaksanakan pada pasca bencana tercapai sebesar 100 persen.
Selanjutnya terlaksananya pencegahan, penanggulangan, penyelamatan kebakaran, dan penyelamatan non-kebakaran dengan parameter berupa penanggulangan kebakaran berhasil sebesar persen dan operasi penyelamatan berhasil sebesar 99,9 persen, serta penambahan 1.000 personel guna memperkuat kebutuhan SDM dan meningkatkan response time serta kualitas pelayanan.
Di luar program prioritas pembangunan daerah, Rano juga mengakui pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima dana dekonsentrasi yang berasal dari enam kementerian/lembaga dengan total anggaran sebesar Rp 8,78 miliar, dengan realisasi sebesar Rp4,02 miliar yang dilaksanakan oleh empat perangkat daerah.
Mengenai dana tugas pembantuan dari empat kementerian, Rano mengaku menerima total anggaran sebesar Rp 1,35 miliar dengan realisasi sebesar Rp 600 juta, yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi.
“Semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan bimbingan-Nya dalam mewujudkan Jakarta, sebagai kota global dan pusat perekonomian yang berdaya saing, berkelanjutan, dan menyejahterakan seluruh warga,” pungkasnya. (Cky)






