Wartasentral.com, Depok – Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok melalui Bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB), kembali mencatatkan kinerja positif dalam upaya optimalisasi aset negara dari barang rampasan Negara.
Pasalnya, Rabu (3/6/2026), PAPBB Kejari Depok telah sukses melelang Barang Rampasan Negara berupa sebidang tanah dan bangunan, yang berlokasi di Perumahan Villa Lalita Bintaro, Kav. B-12, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.
Kepala Seksi PAPBB Kejari Depok, Dr. Andi Tri Saputro, SH.MH, menyampaikan, objek bangunan dan tanah tersebut berhasil terjual sesuai dengan harga limit awal, yaitu sebesar Rp701.470.000.
“Dari bulan januari sampai Juni, Kejaksaan Negeri Depok melalui bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti telah menyetorkan PNBP ke kas negara, sejumlah 1.165.307.400 baik melalui penjualan langsung barang rampasan negara maupun Lelang,” bebernya.
Ia mengutarakan, keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen tim yang menjaga integritas di setiap lini. Ia memastikan, seluruh proses Penjualan Langsung Barang Rampasan (Julbara) maupun lelang, dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Seluruh proses Julbara dan lelang kami lakukan secara transparan, akuntabel, dan tentunya sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku demi memastikan hak-hak negara terpenuhi dengan baik,” tegas Putro.
Keberhasilan lelang di Villa Lalita Bintaro ini, tambahnya, sekaligus memperpanjang catatan positif kinerja keuangan Kejari Depok sepanjang semester pertama tahun 2026.
Terhitung sejak Januari hingga Juni, terang Putro, Bidang PAPBB tercatat telah menyetorkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dengan angka yang cukup fantastis.
“Secara akumulatif, total PNBP yang berhasil diselamatkan dan disetor ke kas negara mencapai Rp1.165.307.400,” lontarnya.
Melalui mekanisme Julbara yang praktis serta lelang resmi yang kompetitif, urainya, barang-barang yang semula “menganggur” kini berhasil diubah menjadi stimulus finansial bagi negara.
“Total PNBP yang berhasil disetorkan 1,1 Miliar lebih dan disetorkan ke Kas negara, serta mengoptimalisasi pemulihan aset negara,” utasnya. (Rik)
