Puluhan Guru Ikuti Pelatihan KBC dan Ekoteologi di RA Nurul Ikhlas Cakung

Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi di Sekolah RA Nurul Ikhlas, Cakung, Jaktim (foto: Iskandar)

Wartasentral.com, Jakarta Timur – Sedikitnya puluhan guru dari 17 Sekolah Raudhtul Athfal (RA) yang ada di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, berkumpul di Sekolah RA Nurul Ikhlas, Jl. Raya Bekasi Petukangan No.115, RT.15/RW.4, Rw. Terate, Kec. Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Kepala Sekolah RA Nurul Ikhlas Fani Yuliani menyampaikan, para guru-guru RA tersebut berkumpul untuk mengikuti pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Ekoteologi dari pengawas Madrasah.

“Alhamdulillah, Sekolah RA Nurul Ikhlas dipercaya menjadi tempat pelatihan KBC dan Ekoteologi oleh pengawas Madrasah Ibu Ifa Fachriyah, S.Pd.AUD, M.Pd,” jelasnya.

Ia menyampaikan, para guru yang mengikuti pelatihan tersebut berasal dari 17 Sekolah RA, yang berada di wilayah Kecamatan Cakung.

“Semoga dengan adanya pelatihan ini, para guru-guru semakin mantab dalam memberikan pengajaran kepada anak-anak tercinta,” ungkap Fani.

Sementara itu, Pengawas Madrasah Ifa Fachriyah, S.Pd.AUD, M.Pd mengutarakan, sudah menjadi Tupoksinya untuk melakukan pembinaan dan pengawasan.

Tugas utama pengawas ini mencakup pengawasan akademik dan manajerial, pada satuan pendidikan madrasah.

“Pengawasan Akademik berupa membina proses belajar mengajar, penilaian, dan penerapan kurikulum di madrasah binaan,” tukasnya.

Untuk Pengawasan Manajerial, tambah Ifa, yaitu embantu pengelolaan administrasi, kepemimpinan kepala madrasah, dan peningkatan mutu kelembagaan.

Pendampingan Program, juga ia lakukan guna mengarahkan pengembangan karakter siswa, serta program pencegahan kekerasan atau bullying.

“Serta untuk pembelajaran dan transfer ilmu, kepada Guru RA agar bisa mencerdaskan anak bangsa Indonesia,” paparnya.

Salah satunya, tandasnya, dengan memberikan pelatihan KBC dan Ekoteologi. Kurikulum ini adalah gagasan baru dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), untuk menjadikan kasih sayang dan kepedulian pada alam sebagai inti belajar.

Konsep ini, urainya, berfokus pada Panca Cinta, yaitu cinta kepada Tuhan, diri dan sesama, ilmu, lingkungan, serta bangsa.

“Pembelajaran Cinta kepada Tuhan yakni, mengajak siswa merasa dekat dengan Sang Pencipta. Cinta Sesama artinya, Melatih empati dan rukun dengan orang lain. Sedangkan Cinta Lingkungan adalah, Merawat bumi sebagai bentuk ibadah,” kupasnya.

Mengenai Ekoteologi ia mengungkapkan, peran Ekoteologi adalah mengubah cara pandang dari egois menjadi peduli pada alam.

“Para siswa nantinya diajak oleh gurunya, untuk Belajar menjaga keseimbangan bumi, lewat aksi nyata seperti menanam pohon,” utasnya. (Iskandar)

Tinggalkan Balasan