Kasudin Pendidikan Pastikan MPLS di Sekolah Jaktim Tidak Ada Kekerasan dan Perundungan

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur Horale Tua Simanullang saat melakukan peninjauan di SDN Rambutan 03 Pagi (foto: berjak)

Wartasentral.com, Jakarta Timur – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di Jakarta Timur, dipastikan berlangsung aman, tertib, dan bebas dari praktik perundungan maupun kekerasan.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur Horale Tua Simanullang mengatakan, seluruh sekolah sudah diinstruksikan untuk melaksanakan MPLS dengan mengedepankan pendekatan yang ramah anak, edukatif, dan menyenangkan.

Sehingga, tandasnya, para peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027, dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah tanpa rasa takut.

Horale menambahkan, hari pertama sekolah merupakan awal perjalanan penting bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan baru, membangun pertemanan, mengembangkan potensi diri, serta membentuk karakter sebagai generasi penerus Jakarta dan Indonesia.

“Tidak ada bullying maupun tindak kekerasan, dalam pelaksanaan MPLS. Semua dilaksanakan, dengan ramah dan meriah. Murid-murid baru, terlihat ceria dan bahagia,” terangnya, saat melakukan peninjauan di SDN Rambutan 03 Pagi, Senin (13/7).

Ia menjelaskan, pelaksanaan MPLS di MPLS di SDN Rambutan 03 Pagi diawali dengan sosialisasi lingkungan sekolah, serta perkenalan guru dengan peserta didik baru.

“Kegiatan ini mencerminkan terciptanya suasana kekeluargaan yang hangat antara sekolah, peserta didik, dan orang tua,” terangnya.

Menurutnya, tidak ada toleransi atas segala bentuk pelanggaran selama pelaksanaan MPLS. Apabila ditemukan praktik perundungan, kekerasan, maupun kegiatan yang tidak sesuai ketentuan, pihak sekolah akan dikenai tindakan tegas.

“Kami pastikan tidak ada kekerasan atau pelanggaran, dalam pelaksanaan MPLS di sekolah. Jika ada, kepala sekolah dan guru yang terlibat akan ditindak tegas,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Horale juga meninjau sejumlah fasilitas sekolah, seperti musala, toilet, taman, dan area parkir.

Ia menilai sarana dan prasarana di SDN Rambutan 03 Pagi, telah memadai untuk mendukung proses belajar mengajar.

Ia mengimbau seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik, agar memberikan pelayanan yang ramah kepada peserta didik baru serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

“Sekolah, harus menjadi tempat ternyaman bagi anak setelah rumahnya. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang baik antara sekolah dan orang tua demi mendukung tumbuh kembang anak,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SDN Rambutan 03 Pagi Wahyudin memaparkan, jumlah peserta didik baru yang semula diterima sebanyak 128 orang berkurang menjadi 125 orang setelah tiga calon murid mengundurkan diri karena lokasi rumah yang cukup jauh dari sekolah.

“Seluruh peserta didik baru yang terdaftar, hadir pada hari pertama MPLS. Mereka terlihat ceria dan bahagia, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” bebernya.

Ia mengajak para orang tua untuk memberikan kepercayaan kepada pihak sekolah, dalam mendampingi proses pendidikan anak.

“Kemandirian juga perlu mulai dibangun sejak hari pertama sekolah, agar peserta didik mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar secara optimal,” utasnya. (Winda)

Tinggalkan Balasan