Wartasentral.com, Jakarta – Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto, membuka Penilaian Pemaparan Penjaringan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026, di Lantai 22 Grha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (13/7/2026).
Uus menegaskan, ajang tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di tingkat kelurahan, sekaligus mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota global.
Menurutnya, Penjaringan Kelurahan Berprestasi merupakan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (EPDesKel).
Kegiatan ini menjadi instrumen untuk mengevaluasi kinerja, mendorong inovasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Uus menyampaikan, lurah memiliki peran strategis dalam mendukung target Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung agar ibu kota masuk jajaran 50 besar kota global pada 2030 dan menembus 20 besar dunia pada 2045 mendatang.
“Teman-teman yang hadir pada kesempatan ini, merupakan bagian dari upaya mewujudkan target tersebut. Kelurahan yang berprestasi, diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lainnya,” pintanya.
Uus menjelaskan, pelaksanaan lomba bertujuan mengevaluasi capaian kinerja kelurahan selama satu tahun, meningkatkan motivasi aparatur, memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih, serta menjadi sarana penyebarluasan inovasi yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Selain memenuhi indikator penilaian dari Kemendagri, kata Uus, kelurahan juga didorong berkontribusi terhadap berbagai program prioritas Pemprov DKI Jakarta.
Seperti pengelolaan sampah, pengembangan ruang terbuka hijau (RTH), serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Masalah sampah harus kita tuntaskan. Pemilahan sampah dari sumber, harus terus disosialisasikan sehingga menjadi budaya di setiap wilayah,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan Jakarta sebagai kota global juga ditopang oleh pemerataan kesejahteraan melalui berbagai program sosial.
Yakni Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga kebijakan sekolah swasta gratis.
Di sisi lain, Pemprov DKI terus juga memperkuat infrastruktur dan layanan transportasi publik melalui pembangunan MRT fase 2A, LRT Jakarta fase 1B, integrasi kawasan Jakarta International Stadium (JIS), serta revitalisasi kawasan Kota Tua.
Uus berharap, para lurah dapat menjadi wajah Pemprov DKI yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di wilayahnya.
“Diharapkan kelurahan yang berprestasi, dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain di Provinsi DKI Jakarta. Prestasi yang telah dicapai, juga patut menjadi perhatian dalam pengembangan karier ke depan,” tuturnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan Sekda DKI Jakarta Sigit Wijatmoko menambahkan, Penjaringan Kelurahan Berprestasi merupakan bagian dari pembinaan pemerintah daerah, untuk mendorong inovasi, digitalisasi pelayanan, dan tata kelola wilayah yang adaptif.
Ia menekankan, kegiatan tersebut juga bertujuan menyeleksi kelurahan terbaik yang akan mewakili DKI Jakarta, pada Penjaringan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional.
Ia menjelaskan, sebanyak enam kelurahan yang mengikuti penilaian merupakan perwakilan dari lima kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.
Yakni Kelurahan Kebon Melati (Jakarta Pusat), Kelurahan Rorotan (Jakarta Utara), Kelurahan Tanjung Duren Selatan (Jakarta Barat), Kelurahan Pasar Minggu (Jakarta Selatan), Kelurahan Cipinang Melayu (Jakarta Timur), dan Kelurahan Pulau Untung Jawa (Kepulauan Seribu).
“Tahun ini kami juga melibatkan Staf Khusus Gubernur, dalam tim penilai sehingga objektivitas dan kualitas penilaian semakin baik. Harapannya, wakil DKI Jakarta dapat meraih prestasi terbaik di tingkat nasional,” tandas Sigit. (Bambang)





