Wartasentral.com, Boyolali – Pemukulan gong oleh Bupati Boyolali Agus Irawan, menandai dicanangkannya Sensus Ekonomi (SE) 2026 pada hari ini, Jumat (12/6/2026), di Al Azhar Azhima Hotel, Ressort and Convention.
Kepala BPS Kabupaten Boyolali Puguh Raharjo menyampaikan, Sensus Ekonomi 2026 ini merupakan sensus ke-5 sejak pertama dilaksanakan pada tahun 1986.
“Sensus ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, ekonomi digital, ekonomi kreatif, hingga ekonomi lingkungan dan produk halal,” ungkapnya.
Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan dengan dua moda pendataan, yaitu Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) untuk Usaha Besar yang sudah dimulai sejak 1 Mei 2026.
Dan Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) untuk usaha mikro kecil menengah, yang dilaksanakan secara door-to-door mulai 15 Juni sd 31 Agustus 2026, termasuk mengumpulkan data sosial ekonomi keluarga.
Pada pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016, lanjut Puguh, tercatat sebanyak 115.030 usaha di Boyolali mencakup usaha besar, menengah, kecil, dan mikro. Jumlah ini menempati posisi ke-19 se-Provinsi Jawa Tengah.
“Sedangkan berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Boyolali tahun 2025, sektor Industri berkontribusi 31,74 persen, diikuti sektor pertanian 20,09 persen, dan sektor perdagangan 11,99 persen,* bebernya.
Puguh menambahkan, sebanyak 1.182 petugas sensus siap diterjunkan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 ini.
a juga meyakinkan, masyarakat dan para pelaku usaha tidak perlu khawatir terkait isu kebocoran data, sebab para petugas diwajibkan menjaga etika dan integritas, serta menjaga kerahasiaan data sesuai amanat UU Statistik.
“Data yang dipublikasikan, juga tidak akan menampilkan informasi individu, melainkan dalam bentuk agregat kewilayahan.” katanya.
Sementara itu, Bupati Agus yang mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 ini mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Boyolali, untuk memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur demi terciptanya data yang berkualitas.
“Ini akan sangat penting sekali dalam kami, Pemerintah Kabupaten Boyolali, untuk mengambil langkah-langkah atau kebijakan-kebijakan dari data BPS ini,” tukasnya,
Tentunya harapannya, kata Agus, akan benar-benar bisa tepat sasaran, sekali lagi juga untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Boyolali.
Pada kesempatan itu, Bupati Agus beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Boyolali menandatangani komitmen bersama, untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Selanjutnya, Bupati Agus juga menyematkan tanda pengenal secara simbolis kepada petugas Sensus Ekonomi 2026. (Ahm)
