Wartasentral.com, Depok – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok menyoroti ambruknya turap di Taman Pemakaman Umum (TPU) Kalimulya 1, Kecamatan Cilodong yang baru dikerjakan pada tahun 2025 lalu.
Anggota Komisi C DPRD Depok Dr. H. Bambang Sutopo, S.E.I., M.M.H., (HBS) mengaku geram, lantaran belum genap setahun turap tersebut sudah ambruk.
Ia lantas mempertanyakan kinerja Kepala UPT Pemakaman Umum Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim), yang dinilai asal -asalan dalam memilih rekanan atau pelaksana proyek serta konsultan pengawas pekerjaan tersebut.
Tak sampai disitu, Kegeraman HBS kian memuncak tatkala ia meminta penjelasan Kepala Disrumkim Kota Depok Adnan Mahyudin, namun dilemparkan ke Dinas PUPR.
“Saya dibuat seperti di bola oleh Kadis Rumkim, tektok sana sini ketika saya konfirmasi perihal turap ambruk ini. Pak Kadis Rumkim, malah menyalahkan PUPR,” ujarnya, di Kantor DPRD, Rabu (8/4/2026).
Atas kejadian tersebut, ia mendesak Wali Kota Depok mengevaluasi kinerja Disrumkim, kontraktor pelaksana dan konsultan supervisi agar lebih baik dalam melaksanakan proyek pembangunan di Kota Depok.

HBS juga menekankan agar Dinas Teknis seperti Disrumkim dan DPUPR Kota Depok, kedepannya lebih selektif dalam memilih rekanan pemerintah, baik pelaksana maupun konsultan supervisi.
“Jangan sampai, pembangunan tidak memiliki dampak positif di masyarakat. Kasihan pajak yang masyarakat bayarkan,” tegasnya.
Lebih jauh ia menjelaskan terkait dampak jika Pemkot Depok khususnya dinas teknis, salah dalam memilih rekanan pada proses pembangunan.
“Jangan sampai janji politik wali kota terkait pembangunan infrastruktur, terganggu akibat dinas abai dalam memilih rekanan, sudah tentu banyak pihak yang akan dirugikan,” pungkasnya. (Key)






