Wartasentral.com, Depok – Program Beasiswa Maung 2026 yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok di bawah kepemimpinan Wali Kota Supian Suri, mulai memberikan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu dan kelompok rentan ekonomi.
Sedikitnya, ada 199 mahasiswa ditetapkan sebagai penerima bantuan pendidikan tersebut, SK diberikan oleh Wali kota Supian Suri, saat apel pagi di Balai kota, Senin (2/11/2026).
Program ini menjadi salah satu upaya Pemkot Depok untuk meringankan beban biaya kuliah, sekaligus memperluas kesempatan generasi muda dalam menyelesaikan pendidikan tinggi.
Hal demikian itu, disampaikan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Depok, H. Utang Wardaya. Ia mengungkapkan, penerima Beasiswa Maung 2026 berasal dari berbagai kelompok kesejahteraan sosial.
“Termasuk masyarakat yang masuk dalam kategori desil, maupun di luar kelompok desil berdasarkan parameter kemiskinan,” jelasnya.
Penting diketahui, dari total 199 penerima, sebanyak 33 mahasiswa berasal dari desil 1–2, kemudian 60 mahasiswa dari desil 3–4, serta 18 mahasiswa dari desil 5.
“Sementara itu, 88 mahasiswa lainnya berada di luar kelompok desil, tetapi memenuhi kriteria berdasarkan parameter kemiskinan,” ungkapmya
Adapun komposisi tersebut, Utang menunjukkan bahwa penetapan penerima tidak hanya mempertimbangkan kategori desil, tetapi juga memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat melalui indikator kemiskinan lainnya.
Terkait besaran bantuan, ia menjelaskan bahwa nominal UKT atau Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan kategori program yang ditempuh mahasiswa.
Selain itu, untuk jenjang D3, bantuan ditetapkan sebesar Rp3.850.000, sedangkan mahasiswa S1 memperoleh bantuan sebesar Rp2.875.000. Adapun program D3, ditambah sertifikasi mendapatkan bantuan sebesar Rp6.350.000.
Dalam proses pelaksanaannya, Kadinsos juga mengutarakan, terdapat satu mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai penerima akhirnya mengundurkan diri, karena memperoleh Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari pemerintah pusat.
Utang lantas menjelaskan, Beasiswa KIP pada dasarnya memiliki cakupan manfaat berbeda dibandingkan Beasiswa Maung.
Selain bantuan pembayaran UKT, KIP juga memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, khususnya dari kelompok desil 1–4.
“Di sisi lain, Pemkot Depok menargetkan Beasiswa Maung tidak sekadar menjadi program bantuan pembayaran biaya kuliah,” tandas Utang.
Pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan, agar mahasiswa penerima manfaat memiliki peluang meningkatkan kemandirian ekonomi setelah menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, upaya tersebut akan dilakukan melalui kerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Sehingga penerima beasiswa dapat diarahkan sesuai kebutuhan lapangan usaha, pengembangan kewirausahaan, serta penguatan kemandirian.
Selain itu, Pemkot Depok juga berkomitmen membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk membuka akses pekerjaan bagi lulusan Beasiswa Maung, melalui dunia usaha yang menjadi mitra perguruan tinggi.
“Program Beasiswa Maung sendiri, memiliki target menjangkau 1.000 mahasiswa dalam kurun waktu lima tahun,” bebernya.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah, dalam memperluas kesempatan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Depok.
Dengan target tersebut, tantangan program ke depan bukan hanya memastikan bantuan UKT tersalurkan, melainkan juga menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa, menekan risiko putus kuliah, serta membuka peluang kerja yang lebih luas setelah mereka lulus.
Mengenai pola penyaluran bantuan, Utang menegaskan bahwa pembayaran UKT dilakukan setiap semester.
Untuk pelaksanaan tahun 2026, imbuhnya, bantuan yang disalurkan saat ini merupakan pembiayaan semester pertama.
“Tiap semester, ini semester awal atau pertama. Skema pembayaran per semester, menjadi mekanisme penyaluran bantuan Beasiswa Maung,” ucapnya.
Sementara itu, keberlanjutan bantuan bagi mahasiswa hingga menyelesaikan masa perkuliahan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program berikutnya.
Melalui Beasiswa Maung, Pemkot Depok diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi keluarga penerima.
Tidak hanya membantu mahasiswa tetap mengenyam pendidikan tinggi, tetapi juga membuka jalan menuju kesempatan kerja, peningkatan pendapatan, dan mobilitas sosial yang lebih baik. (Thesa F Lubis)






