Wartasentral.com, Jakarta – Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menilai, penanganan banjir di Kali Mampang segmen Poncol, Kuningan Barat, Jakarta Selatan membutuhkan perencanaan jangka panjang.
Pasalnya, kondisi wilayah yang cekung dan rendah hingga padatnya permukiman di bantaran kali, menjadi kendala dalam pelaksanaan normalisasi.
Menurut Yuke, kawasan tersebut kerap dilanda banjir karena kondisi geografisnya. Di sisi lain, permukiman padat yang berada di antara gedung bertingkat dan pusat bisnis memiliki akses terbatas, sehingga menyulitkan mobilisasi alat berat untuk pengerukan sungai.
Kondisi itu membuat normalisasi hanya dapat dilakukan di sejumlah titik yang memungkinkan, sehingga upaya mengatasi banjir di kawasan tersebut tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
“Ini, memang masih menjadi pekerjaan rumah panjang. Upaya yang sudah dilakukan mudah-mudahan bisa mengurangi banjir, tetapi sepertinya tidak bisa diselesaikan dalam jangka pendek,” ujar Yuke, Jumat (30/10/2026).
Ia menambahkan, penanganan banjir perlu dilakukan dari hulu, antara lain melalui pembangunan tampungan air seperti Embung Kebagusan.
Infrastruktur tersebut diharapkan, mampu menahan aliran air dan mengendalikan debit yang menuju Kali Mampang serta Kali Krukut.
Selain itu, ia juga mengusulkan penataan permukiman di bantaran kali dengan menyediakan hunian layak bagi warga terdampak.
“Langkah ini dinilai penting untuk membuka ruang bagi normalisasi sungai, sekaligus pembangunan tampungan air yang lebih besar sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan,” imbuhnya.
Yuke menegaskan, pihaknya mendukung upaya Pemprov DKI dalam mengatasi banjir melalui koordinasi dan perencanaan yang matang.
Namun, target penyelesaian normalisasi di kawasan tersebut belum dapat dipastikan karena masih menghadapi berbagai kendala.
“Dengan koordinasi yang baik dan perencanaan yang matang, kami yakin masalah banjir ini bisa diselesaikan secara bertahap,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau normalisasi Kali Mampang segmen Poncol, untuk mengurangi risiko dan volume banjir menjelang musim hujan pada akhir November.
Pekerjaan normalisasi yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan mendapat dukungan DPRD DKI itu, juga menyasar sejumlah sungai lain seperti Kali Ciliwung dan Kali Krukut.
Upaya tersebut, diiringi rencana penataan permukiman serta pembenahan infrastruktur jalan secara menyeluruh. (Bambang)






