Wartasentral.com, Kabupaten Cirebon — Pemerintah Kabupaten Cirebon memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit, melalui koordinasi lintas sektor guna meningkatkan kewaspadaan dini, mempercepat respons terhadap potensi wabah, serta menjaga derajat kesehatan masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Pertemuan Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tingkat Kabupaten Cirebon, di Patra Cirebon Hotel and Convention, Senin (8/6/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon Hendra Nirmala mengatakan, tantangan kesehatan saat ini semakin kompleks karena tidak hanya menghadapi ancaman penyakit menular.
“Tetapi juga peningkatan penyakit tidak menular, yang sangat membutuhkan penanganan berkelanjutan dari pemerintah,” ujarnya.
Ia menegaskan, upaya pengendalian penyakit tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, karena berkaitan dengan perilaku masyarakat, kondisi lingkungan, mobilitas penduduk, hingga kesiapan logistik di lapangan.
Oleh karena itu, sambungnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memperkuat sistem pencegahan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Cirebon.
“Seluruh pihak harus mampu memperkuat deteksi dini, meningkatkan sinergi, dan merespons cepat setiap potensi wabah agar tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa,” lontarnya.
Ia menjelaskan, rapat koordinasi tersebut menjadi forum untuk menyelaraskan program kerja, mengevaluasi capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, sekaligus memperkuat sistem deteksi dini penyakit di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon.
Dalam arahannya, Hendra menekankan tiga hal utama yang harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan.
Yakni penguatan deteksi dini dan pencegahan, peningkatan sinergi lintas sektor, serta percepatan respons terhadap setiap laporan potensi wabah.
Ia meminta fasilitas kesehatan tingkat pertama, khususnya puskesmas, bersama kader kesehatan terus mengoptimalkan skrining dan edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan.
Selain itu, seluruh instansi terkait didorong memperkuat kolaborasi dalam pemetaan wilayah rawan penyakit, pemenuhan kebutuhan logistik medis, serta edukasi mengenai kebersihan lingkungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengatakan, keberhasilan program pencegahan dan pengendalian penyakit membutuhkan sinergi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan lintas sektor.
Ia mengutarakan, pertemuan tersebut bertujuan membangun sinergi antarlembaga, mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki masing-masing sektor.
Kemudian menginventarisasi inovasi dan praktik baik, serta menyelaraskan kebijakan dan strategi dalam pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian penyakit.
Kegiatan itu diikuti 205 peserta yang terdiri atas 40 camat, 60 kepala puskesmas, 31 kapolsek, 21 danramil, 17 perangkat daerah, 14 rumah sakit, enam media elektronik, serta tim Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan juga mengajak para camat, kepala puskesmas, serta unsur TNI dan Polri untuk terus memperkuat koordinasi dan partisipasi masyarakat dalam mendukung program pencegahan serta pengendalian penyakit.
“Kami berharap pertemuan koordinasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk merumuskan rencana aksi yang konkret, implementatif, dan akuntabel demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Cirebon, khususnya dalam pencegahan dan pengendalian penyakit,” utasnya. (Wan)
