Wartasentral.com, Depok – Sejumlah kabel milik provider internet yang melintang diatas Jalan Usman Awi, RT 005 RW 01 Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas mulai terlihat semrawut.
Bahkan pemasangan alat box internet, mendapat penolakan dari seorang warga pemilik tanah lantaran tiang sudah miring mau roboh tapi petugas pemasangan jaringan internet udara, secara diam-diam tetap memasang box jaringan internet di tiang yang diduga bukan milik provider tersebut.
“Tadi saya gak bolehin pasang box, pada kurang ajar petugasnya, masang box diam-diam gak ijin, mana ini tiang udah miring mau roboh, udah banyak kabelnya,” ungkap Sairin, Selasa (2/6/2026).
Ia pun merasa kecewa, lantaran tidak adanya pengawasan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, atas gencarnya pemasangan kabel jaringan internet WiFi di atas tiang yang sudah lama berdiri.
Lantaran itu, ia meminta kepada Wali Kota Depok Supian Suri agar segera melakukan tindakan penertiban terhadap kabel internet yang sudah semrawut itu.
“Ini Wali Kota kemana, kabel udah banyak gini gak ada yang ngawasin. Ini perlu cepet ditertibkan, biar gak menggangu rumah dan jalan. Kalau saya deket ama Wali Kota, udah saya laporin nih,” ucapnya.
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok saat ini secara masif terus melakukan penertiban dan pemotongan kabel udara, untuk dipindahkan ke sistem jaringan bawah tanah (ducting).
Area seperti Depok dan Bogor, menjadi salah satu titik utama penataan demi keselamatan publik dan estetika kota.
Program ini telah berlangsung secara bertahap di beberapa lokasi strategis. Di Depok sendiri, penertiban telah menyasar Jalan Raya Tapos, Jalan Pemuda (kawasan heritage) dan kawasan Grogol.
Proses relokasi yang diawasi oleh DPUPR ini, melibatkan pemutusan kabel provider internet atau WiFi dari tiang udara. Pemutusan ini dilakukan, setelah utilitas jaringan bawah tanah disiapkan.
DPUPR terus berkoordinasi dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) dan vendor terkait, agar pemindahan kabel provider ke dalam tanah bisa berjalan lancar dan layanan pelanggan segera dipulihkan. (Rik)
