Alumni Teknik Mesin UPER Kerja Sebagai Associate Technical Professional di Halliburton

Ramadhini Putri Jofansa, alumni Teknik Mesin Universitas Pertamina saat menjalani tugas di lepas pantai dalam beberapa waktu (foto: alyz)

Wartasentral.com, Jakarta – Transformasi sektor energi dunia, membuka peluang karier baru bagi generasi muda.

Porsi energi terbarukan dalam bauran energi global diproyeksikan meningkat signifikan hingga 2050, dengan jumlah pekerjaan di sektor ini diperkirakan mencapai 42 juta.

Industri pun membutuhkan talenta yang tak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap teknologi dan lingkungan kerja global.

Peluang itu dijalani Ramadhini Putri Jofansa, alumni Teknik Mesin Universitas Pertamina (UPER). Sejak 2024, Dhini bekerja sebagai Associate Technical Professional pada divisi Testing and Subsea di Halliburton dan berkolaborasi dengan profesional dari berbagai negara.

Meski menawarkan prospek karier dan remunerasi yang kompetitif, kesempatan tersebut membutuhkan persiapan matang.

Dari pengalamannya, Dhini membagikan sejumlah tips bagi generasi muda yang ingin meniti karier di perusahaan multinasional.

Bagi Ramadhini, bahasa Inggris kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan bekal dasar untuk bekerja di lingkungan global.

Penguasaan bahasa asing lain pun, tegasnya, dapat memperluas peluang karier dan memudahkan kolaborasi lintas negara.

“Mempelajari bahasa juga berarti memahami budaya dan cara pandang masyarakatnya. Hal ini membuat kita lebih terbuka terhadap perbedaan dan lebih mudah beradaptasi saat bekerja dengan orang dari berbagai negara,” ujar Ramadhini, Jumat (10/7/2026)

Bekerja di Halliburton membuat Ramadhini menyadari, bahwa industri energi terus berkembang seiring perubahan teknologi, metode kerja, dan tantangan di lapangan. Karena itu, kompetensi teknis perlu diimbangi dengan rasa ingin tahu dan kemauan untuk terus belajar.

“Di Halliburton, saya belajar untuk tidak cepat merasa puas karena selalu ada teknologi, metode kerja, dan tantangan baru yang perlu dipahami. Bagi saya, setiap perubahan adalah kesempatan untuk terus belajar dan berkembang,” paparnya.

Menurutnya, kesiapan berkarir di perusahaan multinasional perlu dibangun sejak masa kuliah melalui proyek, kerja tim, dan pengalaman magang.

Bekal itu ia peroleh selama menempuh studi di UPER dan menjalani magang selama 6 bulan, lalu bekerja sebagai Mechanical Engineer di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) selama dua tahun.

“Berbagai proyek, presentasi, dan kerja kelompok selama kuliah mengasah kemampuan komunikasi, problem solving, dan teamwork saya,” tukasnya.

Pengalaman magang kemudian memberi gambaran nyata tentang dunia industri, sekaligus melatihnya memahami tanggung jawab dan profesionalisme dalam bekerja.

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, M.Si., mengatakan kebutuhan talenta terampil di industri energi perlu dijawab melalui proses pembelajaran, yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata industri.

“Universitas Pertamina membekali mahasiswa dengan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri energi, pembelajaran berbasis proyek, serta program magang di ekosistem industri energi yang terintegrasi melalui Career Development Center (CDC) UPER,” bebernya.

Melalui berbagai pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya memperkuat kompetensi teknis, tetapi juga mengasah kemampuan memecahkan masalah, bekerja dalam tim, dan beradaptasi dengan lingkungan profesional.

“Dengan bekal tersebut, lulusan Universitas Pertamina diharapkan menjadi talenta adaptif dan profesional, yang siap berkontribusi di perusahaan nasional maupun multinasional,” pungkasnya. (Rik)

Tinggalkan Balasan