Wartasentral.com, Jakarta Utara – Sebanyak 75 guru perwakilan dari Suku Dinas Pendidikan Wilayah I dan II Jakarta Utara, mengikuti Pembinaan dan Pengembangan Jabatan Fungsional Guru di Ruang Pola, Kantor Wali Kota setempat.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI Jakarta Premi Lasari mengatakan, berbagai kebijakan terbaru terkait pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN), termasuk guru.
“Salah satu kebijakan yang disampaikan adalah, implementasi program karier ASN yang memungkinkan proses kenaikan pangkat reguler dan jabatan fungsional dilakukan setiap bulan,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Premi menyampaikan pentingnya penyelesaian disparitas data ASN, agar proses pengembangan karier dapat berjalan lancar.
Para guru lantas dimintanya untuk secara aktif memastikan kesesuaian data pada sistem BKD, Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
“Kami berharap seluruh guru dapat menyelesaikan disparitas data, sehingga memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti uji kompetensi, pemenuhan angka kredit, dan pengembangan karier secara berkelanjutan,” terangnya.
Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Iyan Sopian Hadi, mengapresiasi dedikasi para guru yang selama ini berkontribusi besar dalam mencetak generasi penerus bangsa.
Ia mengatakan, pasalnya guru itu memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Kegiatan ini sangat penting untuk mendukung profesionalisme, peningkatan kompetensi, serta pengembangan karier guru secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Iyan berharap, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kebijakan dan mekanisme jabatan fungsional guru.
Sehingga, dapat menjalankan tugas secara optimal sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat.
“Kami berharap para guru terus berinovasi dan menjaga integritas, dalam mendidik siswa-siswi di Jakarta Utara,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Suku Badan Kepegawaian Daerah Kota Jakarta Utara Neni Maryani memaparkan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kompetensi profesional, sosial, dan kepribadian tenaga pendidik.
Selain itu, pembinaan difokuskan pada pemenuhan angka kredit jabatan fungsional guru sesuai ketentuan terbaru.
“Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan memahami mekanisme penyusunan administrasi, serta siap menghadapi tuntutan dunia pendidikan yang dinamis,” bebernya.
Neni menjelaskan, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Sekretariat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI serta Kantor Regional V BKN.
“Semoga kualitas dan kompetensi guru terus meningkat agar dapat memberikan dampak positif terhadap mutu pendidikan di Jakarta,” tutupnya. (Rky)
