Wartasentral.com, Depok – Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Hj. Yeti Wulandari, S.H., menghadiri Halal Bihalal warga RT.010 RW 007, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, di Arena Kolam Renang Jambore Cibubur. Warga tersebut, merupakan Konstituen Solid sebagai lumbung suara Yeti, di Dapil Cimanggis.
Selain sebagai ajang silaturrahmi usai Hari Raya Iedul Fitri 1447H, Wakil Ketua DPRD Kota Depok Fraksi Gerindra ini kembali membakar semangat solidaritas perjuangan konstituennya, untuk tetap fokus mengawal segala bentuk program kerja Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia Emas.
“Halal Bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi momentum untuk memperkuat barisan perjuangan. Konstituen Solid adalah fondasi utama dalam menjaga kesinambungan agenda politik, yang berpihak pada rakyat,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Pada kesempatan itu, Yeti menegaskan pentingnya loyalitas dan konsistensi dukungan masyarakat terhadap arah kebijakan nasional.
“Kita, tidak boleh tercerai-berai dalam sikap. Dukungan terhadap kepemimpinan nasional harus utuh, karena dari sanalah arah pembangunan ditentukan,” tegasnya.
Secara khusus ia menggarisbawahi, urgensi pengawalan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
“Asta Cita bukan hanya milik pemerintah pusat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat harus terlibat aktif mengawal, agar implementasinya benar-benar dirasakan hingga ke tingkat bawah,” tekan Yeti.
Ia pun mengatakan, partisipasi masyarakat pastinya menjadi elemen kunci, dalam memastikan efektivitas setiap kebijakan.
“Peran konstituen bukan hanya sebagai pendukung, tetapi juga sebagai pengawas sosial. Kita harus memastikan setiap program berjalan tepat sasaran, tidak menyimpang dari tujuan awal,” bebernya.
Dalam konteks fungsi legislatif, Yeti menegaskan komitmennya untuk selalu menjaga profesionalisme dalam pengawasan.
“Sebagai pimpinan DPRD, kami memiliki tanggung jawab untuk mengawal kebijakan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Tidak boleh ada kepentingan sempit, yang mengganggu kepentingan publik,” utasnya.
Ia juga mengingatkan konstituennya, bahwa kekuatan politik yang besar harus diimbangi dengan tanggung jawab moral. Soliditas tanpa arah, hanya akan menjadi kekuatan kosong.
“Karena itu, kita harus memastikan, perjuangan ini tetap berada dalam koridor kepentingan rakyat,” sambungnya.
Yeti Wulandari kembali mengajak masyarakat Cimanggis, untuk menjaga semangat kolektif dalam mendukung agenda nasional.
“Mari kita jaga kekompakan ini, kita kawal bersama program-program strategis dan kita pastikan, Indonesia ke depan benar-benar menjadi negara yang maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.
Asta Cita adalah delapan visi dan misi utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, untuk periode 2025–2029.
Fokus utamanya adalah mewujudkan Indonesia Maju dan mencapai Indonesia Emas 2045 melalui penguatan ideologi, demokrasi, pertahanan, ekonomi, serta pembangunan manusia.
Berikut adalah delapan poin Asta Cita:
1. Penguatan Ideologi: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM).
2. Pertahanan dan Keamanan: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa.
3. Lapangan Kerja dan Ekonomi: Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif.
4. Sumber Daya Manusia (SDM): Memperkuat pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, dan peran perempuan/pemuda.
5. Hilirisasi Industri: Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi, untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
6. Pembangunan Desa: Membangun dari desa dan dari bawah, untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
7. Reformasi Birokrasi: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperhebat pencegahan dan pemberantasan korupsi.
8. Keberlanjutan Lingkungan: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan alam, lingkungan, dan negara.
Asta Cita menjadi landasan bagi penyusunan APBN 2025 dan program kerja kementerian serta lembaga, termasuk Polri dan TNI. (Rik)






