Wartasentral.com, Depok – Pemerintah Kota Depok bersama DPRD memastikan adanya peningkatan signifikan anggaran jaminan kesehatan, yang kini mencapai lebih dari Rp114 miliar.
Peningkatan ini diukur sebagai langkah konkret, menuju pencapaian Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan semesta.
Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS Ade Firmansyah menyebutkan, peningkatan anggaran tersebut merupakan hasil sinergi dari berbagai sumber pendanaan, baik daerah maupun pusat.
“Alhamdulillah, ini kabar baik bagi warga Depok. Dengan total anggaran lebih dari Rp114 miliar dan bertambahnya keaktifan peserta BPJS mandiri warga yang tidak masuk dalam desil 1 sampai 5 dalam DTSEN, sehingga saya optomis Depok akan menuju predikat UHC kembali,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026)
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok ini menjelaskan, awalnya alokasi anggaran berasal dari APBD Kota Depok sebesar Rp103 miliar.
Kemudian mendapat tambahan Rp10 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Rp1,25 miliar dari dana bagi hasil cukai dan tembako yang sebagiannya di alokasikan untuk PBI JK
Namun demikian, ia mengakui untuk mencapai standar UHC nasional dengan tingkat keaktifan peserta BPJS di atas 80 persen, Kota Depok masih membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar.
“Berdasarkan perhitungan, pada tahun 2026 ini Depok membutuhkan sekitar Rp170 miliar untuk benar-benar mencapai standar UHC nasional,” jelasnya.
Saat ini, Pemkot Depok juga menerapkan skema penyesuaian dengan mengganti UHC penuh menjadi bantuan sosial kesehatan.
Program tersebut, tukasnya, difokuskan bagi masyarakat pada kelompok desil 1 hingga desil 5 berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Insya Allah, dengan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan DPRD, serta dilandasi kepedulian terhadap, kita dapat kembali memberikan jaminan kesehatan semesta bagi warga Depok,” tambahnya.
Ia juga mendorong Dinas Kesehatan Kota Depok agar mampu mengoptimalkan alokasi anggaran, termasuk dalam pembahasan perubahan anggaran ke depan, sehingga target UHC tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar terwujud.
“Semoga dengan bertambahnya anggaran, Dinkes mampu bekerja optimal dalam menggunakan anggaran tersebut sehingga UHC Depok kembali terwujud,” pungkasnya. (Rik)






