Wartasentral.com, Depok – Mewakili salah satu pegawainya, Sekretaris DPRD Kota Depok Kania Parwanti menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, terkait insiden pengusiran wartawan oleh salah satu stafnya yang terjadi di lingkungan sekretariat DPRD.
Kejadian ini sebelumnya mencuat dan menjadi perhatian publik, setelah wartawan yang hendak melakukan peliputan di kantor DPRD dihalangi oleh staf Setwan initial DV.
“Kami mengàkui adanya kekhilafan staf saya, dalam menjalankan tugas pelayanan publik di lingkungan sekretariat.” lontarnya, di Media Center DPRD Rabu (18/2/2026).
Ia mengutarakan, tidak hanya menyampaikan permohonan maaf secara pribadi, tetapi juga mewakili seluruh jajaran sekretariat DPRD.
Kania menegaskan, sebagai seorang Ibu bagi para stafnya, ia merasa bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan oleh anak-anaknya di lingkungan kerja.
Ia pun sudah memberikan sanksi terhadap DV berupa teguran dan pembinaan, sebagai tangung jawabnya dalam membina para pegawainya.
“Insiden ini, kami dijadikan pelajaran penting agar kejadian serupa tidak akan terulang di masa mendatang,” tegas Kania.
Ia lantas menekankan kepada seluruh jajaran sekretariat, untuk melayani setiap tamu yang datang ke Gedung DPRD sesuai dengan standar pelayanan publik 5S. Yakni senyum, sapa, salam, sopan, dan santun.
Kania menambahkan, pentingnya standar pelayanan ini sebagai pedoman utama para pegawai Setwan, dalam menerima tamu yang datang.
Menyinggung tentang adanya isue penertiban wartawan ? Ia menegaskan, pihaknya tidak ada melakukan Penertiban Wartawan
Ia mengatakan, pemberitaan yang menyebutkan adanya rencana “penertiban wartawan”, Kania pastikan ia tidak pernah ada pernyataan atau rencana seperti itu dari pihak sekretariat.
Kania menegaskan, hubungan antara sekretariat DPRD dengan wartawan yang meliput diwilayah Setwan, selama ini berjalan dengan baik.
“Yang perlu ditertibkan bukanlah wartawannya, melainkan internal sekretariat itu sendiri, agar pelayanan kepada tamu dapat berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku,” tekannya.
Pada kesempatan yang sama, staf Setwan bernama DV, yang terlibat dalam insiden pengusiran tersebut, juga menyampaikan permohonan maaf atas nama pribadi.
Ia mengakui kekhilafannya dan berharap, kejadian ini menjadi pembelajaran berharga untuk perbaikan di masa mendatang. (Key)
