Wartasentral.com, Boyolali – Musyawarah Nasional (Munas) Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) sukses digelar, Rabu (20/5/2026) malam di Ballroom Hotel Front One The Andia, Boyolali, Jawa Tengah.
Dinamika persaingan memperebutkan kursi Ketua Umum (Ketum) SWI, mulai muncul sejak H-1 sehingga mewarnai atmosfir kompetisi Munas yang pertama kali digelar itu.
Dalam sesi Pemilihan Ketum, ada dua kandidat yang telah mendaftar sebagai bakal calon Ketum melalui pendaftaran online. Yakni, Anwar Nurdin selaku demisioner Bendahara Umum SWI dan rivalnya Iskandar, S.Sos selaku demisioner Kabid Sosial Ekonomi SWI.
Namun akhirnya, pimpinan sidang yang terdiri dari Andrie Once (Ketua DPW Jatim), Melanie (Ketua (DPW Lampung), Mukhlis (dari DPD Ciamis), Misdi (dari DPW Jatim dan Arifandi (dari DPD Bireun) beserta peserta memutuskan hanya meloloskan satu bakal calon yang menjadi Calon Ketum SWI.
“Kita akan melanjutkan proses pemilihan Ketua Umum SWI dengan satu calon tunggal, yang lolos dalam fit and proper test yaitu Iskandar, karena calon lainnya dinyatakan gugur,” ujar A. Muchlis R selaku Pimpinan Sidang Munas didampingi empat anggota pimpinan sidang lainnya.
Pimpinan Sidang dalam Pemungutan suara tersebut menyatakan, jumlah suara sah yang diperebutkan Calon Ketua Umum SWI adalah sebanyak 56 suara (kuorum).
Dari total jumlah suara yang diperebutkan, sebanyak 49 suara memilih Iskandar, sedangkan 4 suara memilih abstain dan 3 suara tidak sah.
“Saudara Iskandar, S. Sos terpilih sebagai Ketua Umum Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Periode 2026 – 2031, melalui Rapat Pemilihan Ketua Umum SWI dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) SWI 2026, dengan metode Pemungutan Suara secara Tertutup,” tegasnya.
Ketua Umum SWI terpilih Iskandar S.Sos dalam pidato perdananya mengatakan, bersyukur dengan dukungan dari 5 DPW dan 21 DPD yang hadir, ia telah dipilih menjadi Ketum SWI periode 2026-2031.
“Kita membutuhkan pemimpin, yang mampu mempersatukan dan mensejahterakan. Wartawan juga harus profesional, dalam mengawal informasi publik,” ungkapnya.
Ia pun menekankan, ke depan tentunya SWI akan berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia yang saat ini dipimpin Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, melalui Kabinet Merah Putih.
“Sebagai pilar ke empat Demokrasi, tentunya kita akan turut berperan aktif membangun Indonesia menjadi Negara Maju, dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo,” cetusnya.
Ia optimis, dengan mengedepankan ekonomi kerakyatan, bukan hanya anggota SWI yang akan sejahtera namun SWI juga dapat membantu pemerintah mensejahterakan rakyat.
Iskandar memaparkan, Indonesia Maju adalah visi besar bangsa untuk mewujudkan negara modern yang berdaya saing tinggi, inovatif dan sejajar dengan negara adidaya pada tahun 2045 atau Indonesia Emas.
“Fokus utamanya mencakup peningkatan kualitas SDM, pertumbuhan ekonomi dan transformasi teknologi,” terangnya.
Transformasi ini, bebernya, bisa direalisasikan melalui beberapa fondasi utama. Antara lain, Pilar Ekonomi yang menargetkan pendapatan per kapita tinggi melalui transformasi ekonomi berkelanjutan dan hilirisasi industri.
Kemudian pendidikan dan kesehatan, dengan menciptakan SDM yang unggul, cerdas, sehat jasmani dan rohani, serta produktif.
“Lalu infrastruktur pemerataan, untuk membangun konektivitas nasional yang merata, termasuk pembangunan infrastruktur digital dan fisik,” ulas Iskandar.
Visi dan rencana aksi pembangunan nasional ini, tukasnya, dikelola secara terstruktur melalui cetak biru Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045.
Penetapan Iskandar sebagai Ketum SWI 2026, ditandai dengan Pengambilan Sumpah janji Ketua Umum Terpilih SWI 2026 – 2031 dan Penyerahan Bendera Pataka SWI, sebagai simbol dimulainya tugas menjalankan roda organisasi tersebut.
Setelah ditetapkan, pimpinan sidang Munas SWI 2026 melantik Iskandar sebagai Ketum SWI periode 2026-2031, dengan disaksikan Pendiri SWI Herry Budiman beserta peserta Munas yang terdiri dari DPW Sumatera Selatan, DPW Jawa Timur, DPW Kalimantan Selatan, DPW Lampung, DPW Jawa Tengah.
Turut Menyaksikan juga dari DPD Ciamis, DPD Jember, DPD Sidoarjo, DPD Jepara, DPD Pekalongan, DPD Temanggung, DPD Batang, DPD Kudus, DPD Aceh Tamiang (Atam), DPD Halmahera Selatan (Halsel), DPD Ogan Komering Ilir (OKI), DPD Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, DPD Tangerang, DPD Demak, DPD Depok, DPD Blora, DPD Karawang, DPD Karanganyar, DPD Boyolali, DPD Bireun dan DPD Bener Meriah. (Rik)
