Trotoar Mau Roboh ke Kali, LSM MITRA Dorong BPK Audit Investigatif Semua Proyek Secawan Depok

Trotoar Secawan tahap 2 bergeser ke arah Kali Cabang Tengah (foto: dok LSM Mitra)

Wartasentral.com, Depok – Trotoar jalan raya Sawangan yang termasuk dalam pekerjaan proyek pembangunan Penataan Kali Cabang Tengah (KCT) di sekitar Simpang Sengon (Lanjutan) atau yang disebut Secawan 2 pada tahun 2024, kini kondisinya mengalami pergeseran ke arah KCT, lantaran turap existing amblas.

Hampir ambruknya trotoar Secawan dari Jalan Raya Sawangan ke KCT itu, disebut akibat adanya pergeseran pada turap existing (lama).

Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok Rizwan Nurahim mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah cepat guna menjaga keselamatan pejalan kaki dengan memasang rambu dan tali pembatas, agar tidak dilintasi pengguna trotoar.

“Iya kita sudah pasang rambu pembatas dan kita tutup trotoarnya, agar tidak dilewati pejalan kaki. Trotoar bergeser, karena turap lama bergeser,” terangnya.

Sementara Kepala Seksi Pembangunan dan Rehabilitasi Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Depok Bahtiar Ardiansyah mengemukakan, setelah langkah menutup trotoar, pihaknya akan segera memotong pagar besi trotoar tersebut.

“Iya itu karena turap lama bergeser, jadi trotoarnya juga ikut geser. Tindakan selanjutnya, kita mau potong pagar dulu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pada saat pembangunannya, trotoar yang mau roboh ke kali itu memang menumpang diatas trotoar dan turap existing, bukan turap baru.

Meski begitu, Bahtiar menegaskan tidak akan membongkar trotoar yang mau roboh itu dalam waktu dekat, lantaran ditakutkannya bawah jalan akan terbawa longsor.

“Pembongkaran trotoar menyusul, kalau di bongkar sekarang, takutnya bawah jalan akan terbawa longsor,” tandasnya.

Papan proyek pembangunan Penataan Kali Cabang Tengah (KCT) di sekitar Simpang Sengon (Lanjutan) atau Secawan 2 pada tahun 2024 (foto: dok LSM Mitra)

Menanggapi bergesernya trotoar Secawan Jalan Raya Sawangan, Ketua Umum LSM MITRA Ivan M, S.H., meminta dilakukan audit ulang secara keselurahan proyek pekerjaan Secawan baik tahap 1 maupun 2.

“Ya tidak bisa dibiarkan begitu saja dong, itu jelas mau roboh, karena apa ? Jadi saya minta audit ulang semua pekerjaan proyek Secawan secara keseluruhan,” tegasnya.

Ia mengutarakan, secara keselurahan proyek itu menelan anggaran kurang lebih 30 Milyar, untuk Secawan Tahap 1 TA. 2023 dan tahap 2 TA. 2024, mulai dari proyek pekerjaan konsultan perencana, konsultan supervisi dan pelaksana fisiknya.

Ivan juga menyoroti proyek pembangunan Secawan Depok tahap 1 yang dikerjakan oleh CV. Zimico Utama. Ia menilai kondisi trotoar yang dibangun pada tahap satu berpotensi bergeser juga.

Pasalnya, pembangunan trotoar Secawan tahap 1 itu juga diatas turap existing. Sehingga, ada indikasi akan terjadinya gagal konstruksi.

“Itu pembangunan Secawan tahap 1 dan 2, total biaya seluruhnya kurang lebih 30M, termasuk konsultan dan fisiknya. Saya minta itu semua, di Audit Investigatif oleh BPK,” bebernya.

Diketahui, Pembangunan Taman Secawan (Sungai Elok Cantik dan Menawan) Tahap 2 di Kota Depok dikerjakan pada tahun 2024. Proyek itu resmi selesai dan diresmikan pada Februari 2025.

Proyek Secawan tahap 2 tahun 2024 dikerjakan oleh CV Firaz Adirajasa sebesar Rp. 9.786.535.210,00., untuk menata kawasan pinggir sungai menjadi ruang publik, pusat UMKM, kuliner, serta edukasi ikan hias.

Proyek ini diharapkan dapat mendukung penataan lingkungan, sekaligus memberdayakan pelaku usaha kecil di Kota Depok dan menjadi destinasi wisata keluarga dan sentra ekonomi baru.

Sementara pembangunan Secawan tahap 1 yang dikerjakan oleh CV Zimico Utama, menelan biaya anggaran APBD Depok sebesar Rp13.5 miliar.

Taman Secawan tahap 1 resmi dibuka pada 28 Desember 2023 oleh Wali Kota Mohammad Idris. Proyek tahap pertama ini, menata kawasan tepi sungai untuk meningkatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan fungsi kawasan. (Key)

Tinggalkan Balasan