Wartasentral.com, Tangerang – Dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) strategis terkait Pemberdayaan, Pembinaan, dan Penguatan Ekonomi Berbasis Koperasi bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).
Penandatanganan MoU, diwakili Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.
Turut hadir mendampingi Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kemenkop Henra Saragih.
Wamenkop Farida Farichah menjelaskan MoU tersebut menjadi bukti komitmen dua kementerian, untuk mendorong warga binaan lapas lebih berdaya secara ekonomi setelah bergabung menjadi anggota koperasi. Ia menegaskan, koperasi akan menjadi instrumen utama dalam transformasi warga binaan.
“Kami ingin memastikan mereka tidak hanya menjadi objek pembinaan, tetapi juga subjek pembangunan ekonomi melalui koperasi,” ujar Wamenkop di Auditorium Prof. Dr. H. Muladi, S.H., Kampus Poltek IMIPAS Tangerang, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, melalui koperasi, warga binaan akan mendapatkan pendampingan peningkatan SDM, termasuk pelatihan kewirausahaan dan manajemen usaha.
Hal ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan mereka, saat kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang relevan.
Selain itu, Kemenkop berkomitmen memperluas akses pasar bagi produk warga binaan. Produk pertanian, perikanan, maupun kerajinan yang dihasilkan akan difasilitasi agar dapat masuk ke jaringan distribusi yang lebih luas, seperti jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Nantinya Kementerian Koperasi, siap membantu memperluas pasar dari hasil-hasil produk yang dihasilkan oleh warga binaan. Tadi sudah dijelaskan sudah banyak produk yang dihasilkan, baik perikanan, pertanian, dan lain sebagainya,” kata Farida.
Dukungan pembiayaan juga menjadi bagian penting dari MoU ini. Melalui Badan Layanan Umum (BLU), yaitu Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
Kemenkop siap menyalurkan pinjaman, bagi warga binaan lapas melalui koperasi. Dengan dukungan pembiayaan murah bagi koperasi, kebutuhan dana untuk meningkatkan kapasitas usaha diharapkan dapat terpenuhi.
Farida menambahkan, keberadaan koperasi primer di berbagai wilayah akan diperkuat agar jaringan kelembagaan semakin luas, termasuk Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Inkopasindo).
Dengan begitu, tandasnya, koperasi warga binaan dapat lebih berkembang dan tumbuh lebih besar di masa mendatang.
“Benar bahwa Inkopasindo sudah ada, tetapi baru di beberapa wilayah. Ke depan, kita akan terus mendorong agar kelembagaannya dapat ditingkatkan di setiap wilayah pemasyarakatan melalui pembentukan koperasi-koperasi primer, sehingga lebih kuat secara kelembagaan dan akses jaringan,” imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyambut baik sinergi dan kerja sama yang telah dijalin, antara Kemenkop dan Kemenimipas.
Ia menegaskan, transformasi lapas harus berorientasi pada pemberdayaan warga binaan dan memberikan dampak nyata.
“Kita lakukan transformasi lembaga pemasyarakatan, menjadi sentra bisnis yang mandiri dan berkelanjutan. Jadi lapas tidak hanya mengurung, tetapi juga membangun; tidak hanya menekan, tetapi juga memberdayakan,” tekannya.
Agus menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral, termasuk dengan Kemenkop dan lintas kementerian/lembaga lainnya, untuk mendorong peningkatan kesejahteraan warga binaan lapas.
Ia mengutarakan, setiap rencana kerja harus diwujudkan dalam aksi nyata agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Dirjen Pemasyarakatan Mashudi menambahkan penguatan ekonomi pemasyarakatan telah dimulai melalui Inkopasindo dengan dukungan sekitar Rp4,3 miliar. Program ini, menjadi bentuk nyata kemandirian pemasyarakatan.
Ia menyampaikan, pemberdayaan warga binaan melalui koperasi merupakan langkah strategis. Dengan dukungan lintas kementerian/lembaga, warga binaan dapat memiliki kesempatan lebih luas untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi. (Key)






