Wartasentral.com, Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, serta Pemerintah Kota (Pemkot) Depok siap menghadirkan rumah susun (Rusun) subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Hunian yang rencananya akan berdiri di kawasan Jalan Raya KSU, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya ini, berpotensi menampung hingga sekitar 170.000 unit hunian.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan, proyek ini diharapkan menjadi salah satu solusi konkret untuk mengatasi backlog atau kekurangan hunian di Kota Depok, yang saat ini diperkirakan mencapai sekitar 170.000 rumah tangga.
“Kalau program ini berjalan, kita bisa membantu ratusan ribu warga Depok mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau,” jelas Maruar Sirait melalui rilis yang diterima, Rabu (11/3/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid, yang menginisiasi pemanfaatan lahan tersebut agar dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat luas.
“Atas nama Kementerian PKP, saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Menteri Komdigi yang telah berinisiatif memanfaatkan aset negara yang sebelumnya tidak optimal, agar bisa digunakan untuk kepentingan rakyat,” tukasnya.
Sementara itu, Wali Kota Depok Supian Suri mengungkapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok siap mendukung penuh realisasi pembangunan rusun subsidi di lahan tersebut.
“Kami atas nama Pemkot Depok dan warga Depok sangat menyambut baik rencana ini. Dengan backlog sekitar 170.000 warga yang belum memiliki rumah, program ini memberikan harapan besar bagi masyarakat,” tutupnya.
Lahan yang akan dijadikan rusun MBR tersebut, memiliki luas total sekitar 45,06 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 30,086 hektare merupakan aset Kementerian Komdigi dengan sekitar 24,707 hektare masih berupa lahan kosong.
Sementara itu, sekitar 14,97 hektare lainnya merupakan lahan milik Radio Republik Indonesia (RRI), dengan sekitar 9,62 hektare di antaranya belum terbangun. (Key)
