Yeti Nilai Renovasi MT Al-Barkah Curug Investasi SDM Songsong Indonesia Emas 2045

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Hj. Yeti Wulandari (tengah) (foto: art)
Bagikan:

Wartasentral.com, Depok – Wakil Ketua DPRD Kota Depok Hj. Yeti Wulandari, menekankan renovasi sarana ibadah dan pendidikan adalah langkah nyata dalam mencetak generasi masa depan yang berintegritas.

Hal ini ia sampaikan, saat proses peletakan batu pertama renovasi Majelis Ta’lim (MT) Al-Barkah RW 08, Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Kamis (1/1/2026) secara simbolis.

Yeti menilai, pembangunan fisik ini sebagai bagian dari ikhtiar strategis memperkuat pendidikan keagamaan berbasis komunitas.

Ia menekankan, ketersediaan sarana yang layak adalah prasyarat penting bagi sekitar 70 santri TPA yang dibina di lokasi tersebut, agar proses belajar berlangsung optimal.

“Renovasi MT Al-Barkah tidak boleh dipahami sebatas pembangunan fisik, melainkan sebagai investasi sosial jangka panjang dalam membangun ekosistem pembinaan akhlak, moderasi beragama, dan ketahanan sosial masyarakat,” tegasnya.

Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra ini menyampaikan, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Islami harus menjadi landasan utama menyongsong Indonesia Emas 2045.

Yeti berpendapat, kemajuan teknologi dan ekonomi harus dibarengi dengan penguatan spiritual agar tidak terjadi degradasi moral.

“Pembangunan SDM tidak cukup hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga harus kuat secara karakter dan akhlak,” tandasnya.

Ia pun menambahkan, pentingnya peran institusi pendidikan nonformal di tingkat lingkungan terkecil. Menurutnya, dimensi keagamaan adalah basis nilai yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan manusia secara utuh.

“Lembaga pendidikan keagamaan nonformal seperti Majelis Ta’lim dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), memiliki peran krusial sebagai ruang awal internalisasi nilai-nilai Islam sejak usia dini,” ulasnya.

Dari ruang-ruang inilah, kupasnya, karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial generasi muda mulai dibentuk secara sistematis.

Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Hj. Yeti Wulandari mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah hingga tokoh masyarakat, untuk bersinergi mendukung pendidikan keagamaan.

Ia memastikan akan terus mengawal kebijakan publik, yang dominan berpihak pada pembangunan karakter masyarakat.

Pernyataan ini mempertegas komitmennya dalam memastikan Kota Depok menjadi wilayah yang unggul secara kompetensi, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai religius sebagai basis pembangunan di masa depan. (Rik)

Tinggalkan Balasan