Bangun Sinergitas Pendidikan, Ketum SWI Kunjungi Pesantren Inggris Assalam

Ketua Umum SWI H. Iskandar, S.Sos, Ketua Dewan Etik Eddie Karsito dan Kabid OKK Riki bersama Pimpinan Pesantren Inggris Assalam Devas Alawy (foto: dok SWI)

Wartasentral.com, Kabupaten Bogor – Sebagai bentuk kepedulian Sekber Wartawan Indonesia (SWI) terhadap masa depan anak-anak bangsa, serta membangun sinergi antara dunia jurnalistik dengan lembaga pendidikan berbasis keagamaan, Ketua Umum SWI H. Iskandar, S.Sos bersama Ketua Dewan Etik Eddie Karsito dan Kabid OKK Riki, mengunjungi Pesantren Inggris Assalam, di Jalan Terobosan, Gunung Geulis, RT.05/RW.05, Pasir Angin, Kec. Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin (29/6/2026).

Kehadiran Pimpinan dan jajaran SWI pusat itu, disambut hangat Pimpinan Pesantren Inggris Assalam Devas Alawy, dalam suasana kekeluargaan yang kental sambil berdiskusi.

Pertemuan yang digelar di Aula terbuka Pesantren yang di rintis oleh Yayasan Puspita sejak tahun 2010 itu, menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk berdialog mengenai pengembangan anak-anak bangsa melalui pendidikan keagamaan.

“Selain sebagai sarana silaturahmi, kunjungan ini juga membuka ruang diskusi mengenai peluang kolaborasi strategis, antara SWI dengan Pesantren Inggris ini,” ujar Ketum SWI Iskandar, usai kunjungan.

Ia mengatakan, di era digital saat ini, kemampuan literasi media dan komunikasi internasional seperti kemampuan berbahasa Inggris yang diadopsi oleh pesantren ini, menjadi modal krusial bagi generasi muda muslim dalam menyebarkan syiar yang positif dan menangkal berita bohong (Hoaks).

“Melalui pertemuan ini, kita ingin SWI dapat terus berperan aktif mendukung pengembangan dunia pendidikan, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jurnalisme yang sehat, beretika dan edukatif,” utasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Etik SWI Eddie Karsito mengutarakan Pesantren tersebut memiliki kesamaan visi dengan SWI, yakni kepedulian terhadap sesama, sosial dan pendidikan.

“Pesantren Inggris Assalam ini unik, Pemerintah sudah seharusnya bangga dan lebih peduli terhadap keberadaan pesantren ini,” tukasnya.

Ia mengharapkan, Pesantren tersebut dapat berkembang lebih besar lagi, sehingga bisa lebih banyak lagi anak-anak yang menimba ilmu di pondok tersebut.

Pimpinan Pesantren Inggris Assalam Devas mengemukakan, lembaga ini memadukan kurikulum pendidikan Islam dengan penguasaan Bahasa Inggris dan arab, dalam suasana kekeluargaan yang asri dan sejuk.

Ia menerangkan, Pesantren tersebut dikenal dengan julukan pesantren Inggris, lantaran menekankan lingkungan English Immersion.

“Sebenarnya nama Pesantren ini Assalam, namun karena para santri terbiasa menggunakan Bahasa Inggris dalam keseharian untuk percakapan dan aktivitas keagamaan, orang jadi sering menyebutnya Pesantren Inggris,” urainya.

Devas menjelaskan, para santri yang mondok di pesantren itu diberikan pendidikan dasar kitab kuning, bahasa inggris, bahasa arab serta pengembangan minat dan bakat (Life Skills).

Pengembangan minat dan bakat itu diberikan, tambahnya, bukan hanya dipersiapkan untuk siap bekerja tapi juga agar para santri mempunyai bekal membangun bisnis sendiri.

“Sehingga ketika santri sudah lulus dari sini, mereka sudah bisa memimpin kegiatan keagamaan dan siap bekerja maupun menjadi Entrepreneur atau wirausaha,” tandasnya.

Devas berharap, dengan adanya kunjungan ini dapat terbangun jalinan sinergitas antara Pesantren Inggris Assalam dengan SWI secara berkelanjutan. (Key)

Tinggalkan Balasan