Wartasentral.com, Tangerang Selatan – Di tengah tantangan energi global yang memberikan dampak signifikan terhadap harga dan pasokan komoditas energi, Pemerintah membutuhkan talenta-talenta muda yang kompeten, berintegritas tinggi, dan memiliki tanggung jawab moral untuk mengejar cita-cita kemandirian dan swasembada energi.
Pesan ini disampaikan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot, ketika melantik Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi Tahun Anggaran 2024, di Tangerang Selatan, Selasa (2/6/2026).
Ia menegaskan pelantikan ini adalah titik awal pengabdian, yang harus dijalankan dengan memberikan pelayanan publik yang prima dan bebas dari praktik korupsi.
“Perlu saya ingatkan, pengambilan sumpah yang baru saja diucapkan bukan sekedar seremonial belaka, ini adalah janji suci saudara kepada Tuhan Yang Maha Esa dan negara, yang menuntut tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas sehari-hari,” tegas Yuliot.
Lebih dari sekadar melayani masyarakat, PNS di Kementerian ESDM juga memikul beban strategis untuk menyukseskan visi Asta Cita yang dicanangkan Pemerintah.
Ia menekankan betapa krusialnya peran para PNS Kementerian ESDM, dalam mewujudkan kemandirian nasional secara menyeluruh.
“Peran kunci Kementerian dalam implementasi Asta Cita yang perlu menjadi perhatian Saudara sekalian adalah khususnya pada Butir 2 dan Butir 5, yaitu memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa, melalui swasembada pangan, energi, dan air,” urainya menjelaskan target Kementerian ESDM.
Dalam mengejar target swasembada energi, Pemerintah berambisi memangkas impor bahan bakar fosil secara signifikan dan memacu transisi energi ke arah yang lebih bersih.
Langkah agresif ini juga dibarengi dengan patokan target bauran energi nasional, sebesar 17 hingga 21 persen pada tahun 2026.
“Dalam swasembada energi, kita perlu meningkatkan produksi energi yang bersumber di dalam negeri dengan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil khususnya impor dengan melakukan diversifikasi dan konversi energi menggunakan energi baru dan terbarukan.” tambahnya.
Di samping itu, program hilirisasi sumber daya alam yang meliputi mineral, batu bara, serta minyak dan gas bumi (migas) akan terus dipacu sebagai senjata utama untuk mengunci nilai tambah di dalam negeri dan mendongkrak kesejahteraan rakyat.
Sebagai penutup, Yuliot berpesan agar para PNS membuang jauh-jauh gaya birokrasi yang kaku dan kuno. PNS kini dituntut untuk adaptif, tanggap teknologi, serta cakap berkolaborasi lintas sektor. Ia mengatakan, ego sektoral adalah musuh utama pelayanan masyarakat.
“Tegak lurus terhadap pimpinan dan selalu siap menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan, dan jangan melaksanakan tugas terkotak-kotak atau silo yang hanya berada pada titik kotak terkecil pada unit kerja atau organisasi,” tegasnya.
Kementerian ESDM melantik 745 PNS formasi Tahun Anggaran 2024, dengan rincian 86 orang PNS Sekretariat Jenderal, 77 orang PNS Ditjen Migas, 74 orang PNS Ditjen Ketenagalistrikan, 131 orang PNS Ditjen Minerba, 63 orang PNS Ditjen EBTKE, 39 orang PNS Inspektorat Jenderal, 221 orang PNS Badan Geologi, 42 orang PNS BPSDM ESDM, 2 orang PNS Setjen DEN, dan 10 orang PNS BPH Migas. (Key)
