Wartasentral.com, Depok – Wakil Ketua DPRD Kota Depok Hj. Yeti Wulandari, S.H., selalu konsisten dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat di Parlemen. Konsistensinya tersebut, salah satunya diaplikasikan dengan turun ke Situ Pedongkelan, Kelurahan, Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Senin (13/4/2026).
Melalui kunjungan itu, politisi Partai Gerindra Dapil Cimanggis ini bisa melihat, mendengar dan merasakan langsung permasalahan yang dihadapi warga. Sehingga bisa dijadikannya sebagai bahan masukan, untuk membuat kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Hari ini Saya bersama Bu Lurah Tugu, Ketua LPM, Pokdarwis dan serta aparatur RW 05, kami menyusuri Situ Pedongkelan. Bersama Bu lurah, tadi kita bisa melihat langsung apa saja yang perlu kita lakukan perbaikan,” jelas Yeti.
Pada kesempatan itu, ia menemukan persoalan dari Situ dengan luas sekitar 5,7 hektar yang perbatasan antara Depok dan Jakarta Timur (Jaktim).
Secara langsung ia mencermati adanya pendangkalan atau penurunan kedalaman Situ akibat akumulasi sedimen, lumpur, pasir dan sampah atau material organik di dasar atau tepinya.
“Tadi kita bisa liat langsung kondisi Situ Pedongkelan butuh banyak perhatian, juga biaya yang tidak sedikit,” ungkapnya.
Yeti menyampaikan, bicara soal banjir di wilayah Kelurahan Tugu, mulai dari Taman Duta yang masuk wilayah Kecamatan Sukmajaya, hulu dan hilirnya adalah di Situ Pedongkelan.
Lantaran itu, ia kontan memberikan solusi maupun langkah – langkah guna mengatasi permasalahan tersebut.
“Pertama, harus dilakukan pengangkatan sedimen yang sudah tinggi. Kedua lakukan segera pengerukan dengan alat berat, sebab ada juga turap ambruk yang menutupi outlet Setu pedongkelan,” ujarnya.
Ketiga, sambungnya, Yeti melihat sedimen ini ternyata sudah hampir 40 persen memenuhi areal Situ tersebut, yang otomatis mempengaruhi lancarnya aliran Situ.
Kemudian, ia menemukan tumpukan tanah yang membuat jogging track terputus, sampai adanya sampah yang dibuang sembarangan oleh pengendara yang melintas, sehingga membuat lingkungan terkesan kotor dan kumuh.
“Kita lihat juga, adanya sampah dan perlunya perbaikan jogging track, turap dan yang lainnya, agar ini bisa jadi destinasi wisata,” tandas Yeti.
Dalam hal wacana revitalisasi Situ Pedongkelan, menurutnya karena ini juga masuk ke dalam wilayah DKI Jakarta, ia sudah berkomunikasi dengan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Hj. Rani Mauliani, yang juga merupakan politisi Partai Gerindra.
Yeti menegaskan, DPRD DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran untuk Situ Pedongkelan. Pasalnya, DKI juga punya kewajiban merawat Situ tersebut lantaran masumndalam wilayah Jaktim.
“Alhamdulilah saat kami komunikasi dengan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jakarta, Ibu Rani sudah menyampaikan anggaran untuk Situ Pedongkelan. Insya Allah anggaran tersebut, bisa kita lakukan untuk perbaikan yang kita butuhkan,” kupasnya.
Ia pun menekankan, yang lebih penting dibutuhkan adalah anggaran agar bisa segera lakukan revitalisasi, berupa normalisasi sedimen yang tinggi dan perbaikan turap yang sudah menghawatirkan kondisinya.
Selain itu, ia mengakui jika bicara mengatasi banjir wilayah Tugu dan Sukmajaya, tidak 100 persen persoalannya kumpul di Situ Pedongkelan.
“Tetapi sedikit banyaknya dengan mengatasi sedimen disini, otomatis aliran dari kali Laya Taman Duta dan Bukit Cengkeh yang masuk ke dalam Situ Pedongkelan, akan bisa mengalir dengan baik dan disini tidak meluap,” ulas Yeti.
Bicara potensi ekonomi Situ Pedongkelan, Yeti mengapresiasi penataan pelaku UMKM secara mandiri yang dilakukan melalui kolaborasi LPM, RT, RW, Kelurahan, Pokdarwis, hingga masyarakat sekitar.
“Dengan penataan kios pedagang, area Situ jadi lebih bagus dan tertata, sehingga pengunjung lebih nyaman. Imbasnya, potensi ekonomi Situ jadi lebih terangkat bagi warga sekitar,” bebernya.
Disamping itu, baginya secara pribadi sebagai Koordinator Komisi B yang berkaitan dengan pendapatan daerah, Situ Pedongkelan merupakan salah satu aset yang bisa dijadikan pendapatan daerah.
“Karena disini kita bisa bicara masalah UMKM, bicara masalah potensi wisata, bicara potensi olahraga yan bisa dikembangkan di Situ ini,” utasnya.
Saat Yeti berkeliling Situ, ia tampak sambil menyapa dan bersilaturahmi dengan warga yang dijumpai. Respon positif pun ditunjukkan warga, dengan memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung, baik mengenai infrastruktur, sosial maupun kebijakan daerah.
Kunjungannya itu pun, menjadi bukti nyata hadirnya Pemerintah Kota Depok melalui lembaga Legislatif. Respon cepat dan dialog yang dilakukannya, membangun kepercayaan publik terhadap proses demokrasi dan jalannya pemerintahan. (Rik)






