Wartasentral.com, Jakarta – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara, menegaskan Indonesia perlu menjalankan strategi pembangunan yang konsisten dan terarah, agar keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap), terutama di tengah kondisi global yang semakin tidak menentu.
Hal tersebut disampaikan Wamenkeu Suahasil, dalam closing remarks pada acara “TREND: Tutur Economic Dialogue 2026”, di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Ia menggarisbawahi tantangan global saat ini, termasuk tekanan harga komoditas dan dinamika ekonomi dunia, menuntut respons kebijakan yang adaptif namun tetap berpijak pada fondasi yang kuat.
Wamenkeu menyampaikan, fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan kinerja yang relatif solid. Pertumbuhan ekonomi tercatat di atas 5 persen dengan inflasi yang terkendali di kisaran 3 persen, serta didukung oleh surplus neraca perdagangan yang berkelanjutan.
“Itu banyak negara lain iri bisa punya pertumbuhan di atas 5 persen, bisa punya inflasi di kaliber 3 persen. Lalu kemudian surplus dagang kita sudah 70 bulan berturut-turut, 5 tahun lebih surplus dagang, cadangan devisa kita memadai, manufaktur kita masih ekspansif,” paparnya.
Lebih lanjut, Suahasil menekankan pentingnya menjaga momentum melalui lima agenda besar pembangunan, sebagai kunci untuk keluar dari middle income trap.
Pertama, peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, termasuk pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
Kedua, pembangunan infrastruktur untuk memperluas akses layanan dasar serta memperkuat ketahanan pangan dan energi.
Ketiga, reformasi kelembagaan guna menciptakan birokrasi yang efektif, kredibel, dan mampu menghasilkan regulasi yang berdampak nyata bagi perekonomian.
Keempat, penguatan kebijakan ekonomi makro yang adaptif dan responsif terhadap dinamika global. Kelima, menjaga stabilitas politik dan keamanan sebagai prasyarat utama keberhasilan pembangunan.
“Konsisten aja pada lima ini, kalau buat saya. Nah, tentu konsistensi ini kita terjemahkan di setiap periode pemerintahan, dan oleh setiap periode pemerintahan diterjemahkan dalam APBN dari tahun ke tahun,” tegas Suahasil.
Di akhir sambutannya, ia menegaskan pentingnya kredibilitas sebagai kunci dalam menjalankan seluruh kebijakan tersebut.
Kredibilitas, tekannya, menjadi sangat penting. APBN yang kredibel, Danantara yang kredibel, dan tentu kebijakan moneter yang kredibel, yang dipercaya oleh masyarakat, dipercaya oleh dunia usaha.
“Ini menjadi modal yang sangat penting, ini menjadi imperatif dari semua yang mengelola kebijakan fiskal, moneter, maupun kebijakan investasi Republik Indonesia,” pungkasnya.
Dengan strategi yang konsisten, koordinasi kebijakan yang kuat, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah optimistis Indonesia mampu keluar dari middle income trap dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (Key)
