Ragam  

Kemenag Dorong Transformasi Cara Beragama Produktif

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin saat dialog bersama media di Kantor Kementerian Agama (foto: ist)

Wartasentral.com, Jakarta — Kementerian Agama (Kemenag) mendorong transformasi cara beragama agar tidak hanya dimaknai secara ritual, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin, saat dialog bersama media di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, Kemenag saat ini ingin mendorong orientasi keberagamaan yang lebih produktif dan berdampak bagi masyarakat luas.

“Kementerian Agama saat ini ingin mentransformasi cara beragama, agar menjadi lebih produktif dan lebih berdampak. Artinya, beragama tidak hanya berkaitan dengan persoalan akidah, moral, atau syariah semata,” ujarnya.

Ia menilai, selama ini agama sering dipersempit hanya pada persoalan-persoalan eskatologis seperti surga, neraka, malaikat, dan kehidupan setelah mati. Padahal, menurutnya, agama memiliki dimensi yang jauh lebih luas dalam kehidupan manusia.

“Sering kali agama dipersempit hanya pada persoalan surga, neraka, malaikat, atau urusan eskatologis. Padahal agama tidak boleh direduksi hanya pada hal-hal tersebut,” jelasnya.

Kamaruddin menegaskan, keberagamaan seharusnya menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam pandangannya, praktik beragama perlu mampu memberikan manfaat dalam berbagai aspek kehidupan.

Ia menyebutkan beragama harus mampu memberdayakan secara sosial, memberdayakan secara ekonomi, dan mencerahkan secara spiritual.

“Dengan kata lain, agama harus dirasakan manfaatnya dalam kehidupan masyarakat,” ungkap Kamaruddin.

Ia menegaskan upaya ini bukan untuk mengubah ajaran agama, melainkan mendorong perubahan orientasi dalam praktik keberagamaan agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita tidak mengubah agama. Yang kita dorong adalah perubahan orientasi dalam beragama, agar praktik keagamaan benar-benar memberi dampak dalam kehidupan sehari-hari, dalam kehidupan sosial, dan dalam kehidupan masyarakat secara luas,” tegasnya.

Menurutnya, kualitas keberagamaan masyarakat dapat dilihat dari sejauh mana nilai-nilai agama mampu menghadirkan kemaslahatan dalam kehidupan bersama.

“Jika keberagamaan kita ingin lebih bermutu dan berkualitas, maka keberagamaan itu harus menghadirkan dampak nyata dalam kehidupan,” tandasnya. (Key)

Tinggalkan Balasan