Wartasentral.com, Depok – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok (DLHK) menargetkan kebangkitan empat Unit Pengolahan Sampah (UPS) yang selama ini “mati suri”.
Revitalisasi tersebut diproyeksikan rampung pada 2027 dan masuk dalam Rencana Kerja Daerah, sebagai strategi memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Depok.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Depok Reni Siti Nuraeni mengatakan, empat UPS yang diusulkan untuk direvitalisasi adalah UPS Cisalak Pasar, UPS Sukatani, UPS Pondok Petir dan UPS Harjamukti. Seluruhnya, dinilai belum berfungsi optimal sehingga perlu penataan ulang secara menyeluruh.
“Di 2027 kami mengusulkan empat lokasi UPS, untuk direvitalisasi. Artinya, kami optimalkan kembali fungsinya melalui pengoperasian ulang secara maksimal,” tekannya, dikutip Senin (23/2/2026).
Menurutnya, revitalisasi tidak sekadar perbaikan fisik bangunan, tetapi juga pembaruan dan penyempurnaan peralatan pengolahan sampah. DLHK ingin memastikan, seluruh fasilitas mampu bekerja sesuai kapasitas yang direncanakan.
UPS Cisalak Pasar, ditargetkan mampu mengolah lebih dari 20 ton sampah per hari. Sementara itu, UPS Sukatani, UPS Pondok Petir dan UPS Harjamukti, masing-masing diproyeksikan dapat mengelola sekitar 10 ton sampah per hari.
Jika seluruh target tercapai, maka total kapasitas pengolahan sampah dari empat UPS tersebut bisa menembus sekitar 50 ton per hari.
Angka itu dinilai signifikan untuk mengurangi beban sampah, yang selama ini menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Kapasitas pengolahan, kami sesuaikan dengan kondisi dan potensi masing-masing lokasi UPS,” beber Reni.
DLHK juga mengakui adanya keterbatasan anggaran daerah, untuk merealisasikan program tersebut secara penuh melalui APBD. Karena itu, dinas membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta.
Skema yang disiapkan adalah, Kerja Sama Daerah dengan Pihak Ketiga (KSDPK). DLHK akan menyusun regulasi yang lebih rinci, sebagai dasar hukum kerja sama agar pengelolaan di tingkat UPS berjalan transparan dan terukur.
“Kami memahami keterbatasan penganggaran. Karena itu, revitalisasi UPS ini akan melibatkan stakeholder atau pihak swasta yang berminat membantu pengelolaan sampah di tingkat tengah,” ujar Reni.
Selain revitalisasi UPS, DLHK juga menyiapkan program pengelolaan sampah berbasis teknologi, sebagai bagian dari transformasi sistem persampahan di Depok.
Konsep tersebut, paparnya, mencakup pemanfaatan teknologi modern dan penyempurnaan manajemen operasional persampahan.
Langkah ini, menurut Reni, sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Depok untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
“DLHK berharap, optimalisasi empat UPS menjadi titik balik perbaikan tata kelola sampah di Kota Depok,” ulasnya. (Key)
