Ragam  

Satu Badak Jawa Baru Terlihat Hidup di Taman Nasional Ujung Kulon

Satu Badak Jawa Baru Terlihat Hidup di Taman Nasional Ujung Kulon
Satu individu baru Badak Jawa tertangkap kamera jebak di Taman Nasional Ujung Kulon (foto: ist)
Bagikan:

Wartasentral.com, Banten – Kabar gembira datang dari ujung barat pulau Jawa, yakni di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Ada satu individu baru dari badak Jawa (Rhinoceros sondaicus).

Mengutip Instagram resmi taman Nasional Ujung Kulon, Selasa (9/4/2024), mereka terekam kamera di wilayah Semenanjung Ujung Kulon. Ia tertangkap kamera jebak, pada tanggal 4 Maret 2024 pukul 11.49 WIB.

Melansir travel.detik.com, Kamis (11/4/2024), Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekositem (KSDAE) Satyawan Pudyatmoko, menyampaikan rasa gembira atas temuan anak badak tersebut.

Ia menyatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan anak badak itu, sebagaimana anak badak yang lain.

“Alhamdulillah, ini merupakan berita gembira dan membuktikan bahwa badak jawa di dunia yang hanya ada di Ujung Kulon, dapat berkembang dengan baik dan lestari,” ungkapnya.

Kepastian adanya anakan baru badak Jawa, berdasarkan hasil dari Monitoring Badak Jawa (MBJ) yang dilaksanakan pada bulan Februari- April 2024.

Temuan itu, lantas ditindaklanjuti dengan analisis fisik dari para ahli identifikasi individu badak Jawa, dengan anggota dari para mitra dan akademisi.

Keberhasilan tersebut, katanya tidak terlepas dari pembaharuan metode pemasangan kamera jebak, dengan metode sistematik sampling (cluster).

Kegiatan monitoring, mulai dilaksanakan pada bulan Februari-April 2024 dan berhasil memasang sebanyak 126 unit kamera jebak.

Hasil identifikasi yang dilakukan oleh tim, bahwa anakan badak Jawa baru itu, diperkirakan berusia tiga sampai dengan lima bulan. Untuk sementara anak badak Jawa tersebut diberi identitas ID.093.2024.

Jenis kelamin belum teridentifikasi, lantaran posisi badan bagian belakang tidak berada tepat di depan kamera jebak.

“Belum ada ciri khusus atau cacat, yang terlihat dari penampakannya sehingga bisa dikategorikan mulus/normal,” imbuhnya.

Sementara, tambah Satyawan, hasil identifikasi sang induk menunjukkan dia memiliki cula batok yang cukup jelas. Bagian kepala tidak terlihat jelas, sehingga ciri-ciri yang ada pada wajah tidak teridentifikasi. Telinga kanan dan kiri normal, tidak memiliki bekas luka atau cacat.

Gelambir bagian kiri, jelasnya, sinambung dan bagian kanan tidak terlihat serta ekornya normal.

Meski begitu, tatarnya, belum teridentifikasi dengan jelas nama dan ID badak induk, pasalnya posisi badak yang terlalu dekat dengan kamera jebak. (Dt)

Tinggalkan Balasan