Ragam  

Deep Ocean dan Radio Relawan Depok, Pungut 786 Kg Sampah di Pesisir Pantai Tanjung Pasir

Aksi bersih pantai di kawasan Pesisir Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang (foto: Tora)

Wartasentral.com, Tangerang — Memperingati International Coastal Cleanup Day 2026 yang bertepatan dengan momentum World Cleanup Day, Deep Ocean berkolaborasi dengan Radio Relawan Depok (RRD), komunitas lingkungan, serta Duta Lingkungan Jawa Barat, menggelar aksi bersih pantai di kawasan Pesisir Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan 30 peserta dari Radio Relawan Depok dan komunitas lingkungan, serta 28 karyawan Deep Ocean.

Selain menjadi aksi nyata membersihkan kawasan pesisir, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya terhadap keberlangsungan ekosistem laut dan pesisir.

Dalam aksi bersih pantai tersebut, para peserta berhasil mengumpulkan 786 kilogram sampah dari kawasan pesisir Pantai Tanjung Pasir.

Sampah yang ditemukan didominasi oleh sampah plastik, yang menjadi salah satu persoalan penting dalam pencemaran kawasan pesisir dan lingkungan perairan.

Dorong Kolaborasi Berkelanjutan

HSEQ Manager Deep Ocean Hotmauly Simamora, menyampaikan antusiasmenya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi lintas komunitas dan perusahaan menjadi langkah positif, untuk memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

“Kami sangat antusias dengan kegiatan hari ini, karena menjadi sebuah kegiatan yang membangun dan memberikan dampak positif bagi lingkungan,” tukasnya.

Hotmauly juga sangat berterima kasih kepada Radio Relawan Depok dan seluruh pihak, yang sudah berkolaborasi bersama Deep Ocean.

“Semoga ke depannya kolaborasi seperti ini dapat terus dilanjutkan, untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” harapnya.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Radio Relawan Depok sekaligus Ketua World Cleanup Day wilayah Kota Depok Karmila.

Ia menilai keterlibatan komunitas lokal dan generasi muda, menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran lingkungan.

“Kami sangat senang ketika Deep Ocean mengajak Radio Relawan Depok, untuk berkolaborasi dalam kegiatan International Coastal Cleanup Day hari ini,” ungkapnya.

Apalagi, tandasnya, kegiatan ini bertepatan dengan momentum World Cleanup Day dan melibatkan anak-anak muda untuk bersama-sama menjaga lingkungan.

“Kami berharap, kolaborasi seperti ini dapat terus dilakukan dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Karmila.

Persoalan Sampah Dimulai dari Sumbernya

Sementara itu, Nisaul Hasanah, Duta Lingkungan Jawa Barat Favorite 2026, menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem laut dan pesisir.

Ia melihat, pencemaran laut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas yang berlangsung di wilayah pesisir, tetapi juga berhubungan dengan pola pengelolaan sampah di daratan.

“Kita harus bersama-sama menjaga biota dan ekosistem alam. Dari aksi yang kami lakukan hari ini, kita bisa melihat bahwa kondisi ekosistem laut dan pesisir masih menghadapi persoalan pencemaran,” urainya.

Limbah yang sampai ke laut, sambungnya, tidak hanya berasal dari aktivitas di sekitar pesisir atau nelayan, tetapi juga dapat berasal dari aktivitas rumah tangga yang terbawa melalui saluran sungai hingga bermuara ke laut.

Ia menambahkan, dominasi sampah plastik yang ditemukan dalam kegiatan tersebut, menjadi pengingat bahwa persoalan sampah perlu ditangani sejak dari sumbernya, termasuk lingkungan rumah tangga.

“Banyaknya sampah plastik yang kami temukan hari ini, menjadi pengingat bahwa kita perlu lebih bijak dalam mengelola sampah,” ulasnya.

Sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai dan dapat berdampak terhadap ekosistem, ketika masuk ke lingkungan perairan.

“Karena itu, aksi seperti ini bukan hanya tentang membersihkan pantai, tetapi juga menjadi pengingat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mulai memilah sampah dengan baik dari sumbernya,” tambahnya.

Dari Bersih Pantai Menuju Perubahan Perilaku

International Coastal Cleanup Day 2026 di Pantai Tanjung Pasir menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas pihak antara perusahaan, komunitas, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran terhadap persoalan lingkungan.

Keterlibatan generasi muda secara langsung diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus membangun kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem pesisir dan laut.

Kegiatan ini juga mendorong peserta untuk tidak sekadar mengumpulkan sampah, tetapi mengenali jenis dan sumber sampah yang ditemukan.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran, bahwa persoalan sampah membutuhkan perubahan perilaku sejak dari sumbernya.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara perusahaan, komunitas lingkungan, generasi muda, dan masyarakat, gerakan menjaga lingkungan diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kelestarian ekosistem pesisir, laut, serta generasi mendatang.(Riki)

Tinggalkan Balasan