Ragam  

Datang ke Situ Cilodong, Kementan RI Sediakan KUR Petani & Usaha Pertanian

Datang ke Situ Cilodong, Kementan RI Sediakan KUR Petani & Usaha Pertanian
Ketua Tim Pembiayaan Kementan RI Rizki Hermawan berbincang dengan Ketua Pokdarwis Situ Cilodong, Depok (foto: zydim)
Bagikan:

Wartasentral.com, Depok – Direktorat Pembiayaan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), menyediakan Kredit Usaha Rakyat sektor Pertanian, untuk para petani dan pelaku usaha pertanian.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Fasilitasi Pembiayaan Pertanian Direktorat Pembiayaan Pertanian Kementan RI Rizki Hermawan, mewakili Direktur Pembiayaan Kementan RI Dr. Ir. Indah Meghawati, saat menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 DPD SWI Kota Depok, di Situ Cilodong, Kota Depok, Kamis (29/2/24).

“Kami di Direktorat Sarpras Pembiayaan Kementan RI, Tupoksi kami memfasilitasi para petani dalam pembiayaan. Kami sudah lama punya program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian,” ujar Rizki.

Ia mengutarakan, KUR tersebut bunganya sangat rendah, hanya 6 persen. Terdiri dari pembiayaan super mikro, maksimal pinjaman Rp10 juta dan mikro sampai Rp100 juta

“Kedua jenis kredit itu tanpa agunan, digunakan untuk usaha pertanian, boleh juga bagi budidaya dan hasil olahan,” terangnya.

Lalu, tambahnya, ada KUR Kecil sampai Rp250 juta dan KUR khusus maksimal Rp500 juta. Jadi, para petani atau pegiat pelaku usaha pertanian yang butuh pembiayaan sektor pertanian, itu ada KUR, silahkan ajukan.

“Tapi ingat ya, ini bukan hibah ya, artinya kegiatan usaha itu adalah bisnis. Nah, kalau bisnis itu pemberiannya tidak cuma-cuma, harus ada pengembalian uang pinjaman,” bebernya.

Program KUR tersebut, tambah Rizki, di inisiasi oleh Kementerian Keuangan , Menko Perekonomian dan Kementan.

“Kami yang membuat regulasinya saja, dengan itu petani lakukan kredit tapi tentunya dengan pengembalian,” tegasnya.

Datang ke Situ Cilodong, Kementan RI Sediakan KUR Petani & Usaha Pertanian
Foto bersama puncak peringatan HPN SWI Depok (foto: wzy)

Melihat potensi pertanian di Kota Depok, ia menilai lahannya terbatas, maka yang cocok untuk skala lahan pertanian terbatas adalah budidaya komoditas hortikultura.

“Seperti yang LPM Kelurahan Kalibaru sudah lakukan, budidaya melalui green house penanaman buah melon. Ini menarik ya, pasar buah atau komoditas hortikultura itu menarik,” urainya.

Sehingga, sambungnya, Depok boleh berbenah dengan lahan terbatas, tapi tetap produksi melalui kegiatan yang komoditasnya sedikit, namun nilai produksinya itu luar biasa.

“Banyak strategi pengembangan pertanian yang sudah kami lakukan. Seperti saya sendiri, sudah jalankan pertanian dengan lahan terbatas.
Misalnya, melakukan budidaya tanaman cabai, walau dengan lahan 100 sampai 150 meter, itu cukup bermanfaat,” utasnya. (Key)

Tinggalkan Balasan