Ekbis  

Alokasi Tidak Merata, Pasar Murah Ramadan Pemkot Depok Perlu Peningkatan

Alokasi Tidak Merata, Pasar Murah Ramadan Pemkot Depok Perlu Peningkatan
Lurah RJB Tajuddin secara simbolis menyerahkan paket sembako pasar murah ramadan Pemkot Depok (foto: Riki)
Bagikan:

Wartasentral.com, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, saat ini tengah gencar menggelar Pasar Murah Ramadan ke 11 Kelurahan, guna pengendalian inflasi daerah.

Namun, program itu cukup disayangkan lantaran tidak meratanya jumlah alokasi paket sembako yang disediakan.

Lantaran itu, Lurah Rangkapan Jaya Baru (RJB) Tajuddin mengharapkan, kedepan, penyelenggaraan pasar murah tersebut, ada peningkatan.

“Harapan saya ke depan, pasar murah Ramadan ini, diberikan kepada warga masyarakat di masing-masing RW secara merata, sesuai dengan data yang ada,” tukasnya, disela gelaran Pasar Murah Ramadan Pemkot Depok, di Halaman Kantor Kelurahan RJB, Rabu (20/3/2024).

Ia menilai, pasar murah tersebut, perlu ada peningkatan. Kedepan, imbuhnya, jangan ada lagi satu RW dapat, tapi RW satunya lagi ada yang tidak dapat.

Kendati begitu, ia mengakui program tersebut, bisa meringankan beban warga masyarakat, khususnya warga kurang mampu di Kelurahan RJB.

“Terimakasih kepada Disdagin, yang telah menggagas pasar murah ini, yang telah membantu masyarakat kurang mampu kami, untuk ringankan beban mereka di bulan suci ramadan ini,” tandasnya.

Diketahui, Disdagin Kota Depok mengalokasikan paket sembako di Pasar Murah Ramadan Kelurahan RJB sebanyak 107 orang, yang tercantum dalam DTKS.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok Sony Hendro menyampaikan, jumlah total paket sembako untuk se Kota Depok atau 11 Kecamatan sebanyak 1177.

“Masing-masing kecamatan, mendapatkan pasar murah ramadan hanya untuk satu kelurahan. Mengenai alokasi jumlahnya pada satu kelurahan tidak sama,” terangnya.

Untuk satu kelurahan, tegasnya, jumlah kuotanya bervariasi. Seperti daerah limo cuma 65, Beji Timur ada 90, itu lantaran sesuai dengan jumlah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dari Dinsos Kota Depok, sehingga setiap kelurahan jumlahnya berbeda.

Ia mengaku, sebenarnya DTKS yang diberikan Dinsos kepadanya banyak, namun lantaran anggarannya terbatas, jadi tidak semua yang ada dalam DTKS tersebut mendapatkan paket sembako murah tersebut.

“Karena satu kelurahan itu orangnya yang masuk dalam DTKS banyak, jadi bagi yang mendapatkan paket pasar murah ramadan ini, di pilih lagi oleh Kelurahan penerimanya,” jelas Sony. (Key)

Tinggalkan Balasan