Wartasentral.com, Depok – Wakil Ketua DPRD Depok Yeti Wulandari menilai program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden Prabowo Subianto, sebagai program masa depan untuk Indonesia menjadi negara maju.
Pasalnya, program tersebut nantinya sangat berdampak luas bagi anak dan cucu bangsa Indonesia, agar mereka menjadi SDM unggul.
“Kita jangan berfikir sesempit itu, bahwa program MBG ini jadi bancakan. Sebenarnya, program ini nantinya untuk anak dan cucu kita supaya bisa menjadi SDM unggul,,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Bukan sekedar itu, ia juga melihat dengan adanya MBG ini, bisa menyelesaikan persoalan pengangguran yang selama ini kerap menghantui kemajuan bangsa.
“Saat ini setiap SPPG memperkerjakan 47 orang dan mereka itu adalah, para pekerja yang jika mendaftar dalam industri lapangan kerja, tidak mungkin lolos karena dinilai dari usia, latar belakang pendiidkan dan kemampuan,” ulasnya.
Tetapi, tandas Politisi Partai Gerindra ini, di dapur MBG atau SPPG , hanya bermodal kemauan dan kerajinan, warga masyarakat yang berusia 45 tahun keatas, justru banyak yang bekerja di SPPG.
Yeti menegaskan, Depok adalah wilayah perkotaan, jika melihat ke wilayah pertanian dan peternakan, disana petani dan peternak bisa tersenyum lantaran hasil jerih payah mereka dihargai dengan layak.
“Makanya Pak Presiden membentuk Koperasi merah putih se Indonesia Raya, supaya para pelaku UMKM bisa bergabung dan nantinya, menjadi suplier ke SPPG yang saat ini masih berproses,” tekannya.
Jadi ia berharap, jangan ada narasi lagi koperasi merah putih belum berjalan dan UMKM belum masuk menjadi anggota koperasi merah putih.
Terkait kelengkapan dapur SPPG yang sejumlah pihak menilai masih kurang optimal, Yeti menekankan, semua itu juga masih berproses. Artinya, masih dalam tahap pembentukan.
“Semua kan perlu proses, apa yang kurang ke depan tentunya menjadi bahan evaluasi agar kedepan bisa lebih baik lagi dan sesuai harapan kita semua,” utasnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok menunjukkan SPPG itu tidak beroperasi asal jadi. Pasalnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Depok, kini berada di bawah pengawasan ketat Dinkes.
“Program MBG, bertujuan meningkatkan kualitas gizi siswa, ibu hamil, ibu menyusui dan lansia. Hingga 3 Maret 2026, ada 141 dapur yang sudah beroperasi,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Devi Maryori, Senin (9/3/2026).
Ia menambahkan, mengenai pencantuman kandungan nilai gizi dan harga, sebagimana instruksi dari BGN, diupayakan bisa cepat berjalan.
“Di tingkat sekolah, kebijakan pencantuman label kandungan gizi dan harga riil bahan pangan yang diinstruksikan BGN pada Februari-Maret 2026, kita upayakan bisa berjalan secepatnya,” pungkasnya. (Rik)
