Wartasentral.com, Depok – Anggota DPRD Kota Depok Fraksi PDI Perjuangan Franciscus Samosir, menggelar Street Chess Competition, di Jalan Proklamasi Ujung, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Sabtu (31/1/2026).
Turnamen yang di inisiasi Frans selaku anggota DPRD Depok Daerah Pemilihan (Dapil) Sukmajaya itu, diikuti 100 pecatur, yang terdiri dari 80 kelas senior dan 20 kelas junior atau anak-anak.
“Karena turnamen ini untuk memperingati HUT PDI Perjuangan ke 53 tahun, maka total hadiah untuk para pemenang sebesar Rp. 5,3 juta,” ungkapnya, disela pertandingan.
Ia mengemukakan, lahirnya Street Chess Competition ini, berawal pada Desember lalu, dimana teman-teman komunitas catur Sukmajaya, menginginkan adanya seorang pembina atau Bapaknya pecatur Sukmajaya.
“Desember lalu mereka minta ketemu saya, intinya mereka butuh Pembina lah ya. Komunitas catur di Sukmajaya ini, mencari bagaimana bisa ada bapaknya gitu, ya saya bilang Oke siap,” papar Frans.
Dari situ, terangnya, maka lahirlah turnamen ini. Bahkan, ia meminta kalau bisa setahun dua kali ada turnamen tersebut, dengan lokasi yang berbeda setiap Kelurahan yang ada di Kecamatan Sukmajaya.
“Setahun 2 kali, atau setiap 6 bulan sekali saya minta. Tidak apa-apa kita keliling giliran ini sekarang di Abadijaya, besok di komunitas catur Pelni Baktijaya 6 bulan ke depan,” urainya.
Selain meningkatkan kemampuan dan melestarikan olahraga catur, Frans mengaku turnamen itu juga untuk mencari bibit – bibit baru unggul, agar bisa dipromosikan sampai ke tingkat Nasional.
“Makanya kita buka juga kelas anak-anak atau Junior ya, kita cari bibit-bibit baru unggul yang bisa kita promosikan sampai tingkat kota atau bahkan mewakili kota ke tingkat nasional,” ujarnya.
Frans juga telah berencana, nanti ke depan akan mengundang pecatur – pecatur muda dari tiap-tiap sekolah dasar (SD).
“SD yang punya pecatur kita kumpulin, kita bikin kompetisi sekaligus membina dan kita latih. Karena di sini juga panitianya banyak yang sudah master, jadi bisa kita maksimalkan untuk membina dan melatih,” utasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Street Chess Competition Willem Matakena mengemukakan, kompetisi tersebut dinamakan Street Chess lantaran banyak sekali komunitas-komunitas catur itu sering kali bermainnya di Jalan.
“Bukan di Jalan Raya ya, tapi memang mereka punya pos-pos pertandingan itu adanya di pinggir jalan, seperti depan warung-warung kopi bukan di dalam gedung,” tandasnya.
Lantaran itulah, guna menjaga keaslian lingkungan pecatur, Willem dan Frans melihat lebih merakyat jika kompetisi diadakan di jalan, sesuai habitat para pecatur. Sekalian, menghidupkan UMKM sekitar jalan tersebut.
Selain itu, tambahnya, walaupun kompetisi ini diadakan di jalan supaya lebih santai dan lebih bermasyarakat, namun itu menjadi pertandingan resmi.
Pasalnya, juri diambil dari Percasi, sehingga kompetisi ini tercatat oleh Percasi. Aturan dalam pertandingan ini juga harus benar, bagaimana bermain catur yang baik dan bagaimana melihat potensi-potensi anak-anak yang ikut.
“Dengan bermain catur, anak-anak nanti juga mempunyai mimpi ke depan. Sehingga mereka tidak terjebak dalam game online, tapi lebih kepada media offline,” imbuh Willem.
Ia pun menekankan, para pecatur muda ini, nantinya diharapkan banyak menginspirasi teman-temannya, bahwa dengan bermain catur itu, rata-rata bisa menjadi orang pintar.
Karena, sambungnya, dibutuhkan pemikiran yang tidak mungkin hanya sekali aja, tapi lebih ke depannya seperti apa. Itu menyangkut kehidupan anak-anak di masa depan juga, supaya mampu berpikir kreatif dan visioner.
Ia berharap, Depok terus mengadakan kompetisi catur guna menjaring bibit-bibit baru, sehingga banyak generasi-generasi muda, para atlet-atlet yang sudah ada dan juga komunitas-komunitas catur yang baru, tumbuh lebih menjamur lagi.
“Lebih berkembang lagi dan lebih semangat lagi dalam bercatur, karena bercatur ini mempunyai sisi positif yang jauh lebih baik,” pungkasnya. (Rik)






