Tingkat Kepuasan Publik Setahun Kepemimpinan Supian – Chandra Mencapai 82 Persen

Wali Kota Depok Supian Suri & Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah (foto: ist)

Wartasentral.com, Depok – Bertepatan dengan genap satu tahun sejak Dr. H. Supian Suri, M.M menjabat Walikota Depok dan Candra Rahmansyah S.Kom sebagai Wakil Walikota Depok, pada 20 Februari 2025 silam, Lembaga Survei Depok Independent (LSDI) merilis hasil jajak pendapat, yang menunjukkan tingkat kepuasan publik yang sangat tinggi terhadap kepemimpinan pasangan Supian – Chandra atau SS – CR.

Survei yang dirilis tepat pada momentum satu tahun masa jabatan mereka ini, mencatat 82 persen responden menyatakan puas, sementara hanya 12 persen yang tidak puas, dan sisanya 6 persen menyatakan tidak tahu.

Pelantikan Supian Suri dan Candra Rahmansyah kala itu, dilakukan serentak oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, bersamaan dengan ratusan kepala daerah lainnya.

“Kini, setahun berlalu, evaluasi publik memberikan gambaran positif terhadap pasangan Supian Suri – Chandra Rahmansyah,” ujar Direktur Eksekutif LSDI Muhammad Khalilou Fadiga, Jumat (20/2/2026).

Ia lantas menjelaskan, metodologi survei yang dilakukan pihaknya. Selama sebulan penuh, pihaknya melakukan survei terhadap warga di 11 kecamatan di Kota Depok.

“Kami mengambil sampel 50 orang per kecamatan yang dipilih secara acak, melalui wawancara langsung dan pengisian kuesioner,” tatar Fadiga.

Dari total 550 responden yang diwawancarai, umbarnya, hasilnya sangat mencengangkan. 451 orang (82%) menyatakan puas terhadap kepemimpinan SS-CR, 66 orang (12%) tidak puas, dan 33 orang (6%) menyatakan tidak tahu.

Ia menambahkan, beberapa inisiatif dan program unggulan menjadi alasan utama di balik tingginya tingkat kepuasan ini.

Faktor-faktor tersebut antara lain:

1. Program 300 Juta per RW: Program ini dinilai memberikan harapan besar bagi warga akan pemerataan pembangunan yang lebih baik di wilayah mereka.

Alokasi dana yang signifikan per Rukun Warga dianggap sebagai langkah konkret pemerintah kota, untuk mendekatkan pembangunan ke tingkat masyarakat paling bawah.

2. Car Free Day (CFD) Mingguan: Inisiatif CFD yang diadakan setiap hari Minggu, telah menjadi terobosan yang diapresiasi.

Selain mendorong masyarakat untuk berolahraga dan menjaga kesehatan, CFD juga berhasil menghidupkan geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta menciptakan putaran ekonomi yang positif bagi warga Depok.

3. Pembangunan MTS Negeri: Terwujudnya pembangunan Madrasah Tsanawiyah Negeri merupakan capaian yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat Depok, menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan berkualitas.

4. Pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Raya Muktar: Proyek pelebaran jalan ini, yang dijadwalkan akan dimulai tahun ini, dianggap sebagai solusi penting untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan kelancaran lalu lintas, khususnya di dua ruas jalan vital tersebut.

5. Rencana Pembangunan Flyover Margonda dan Citayam: Persetujuan Gubernur terhadap rencana pembangunan flyover di Margonda dan Citayam, menjadi angin segar bagi warga Depok yang setiap hari menghadapi masalah kemacetan.

Proyek ini diharapkan dapat secara signifikan mengurai kepadatan lalu lintas, di titik-titik krusial tersebut.

6. Pembangunan dan Revitalisasi Posyandu: Tingginya jumlah Posyandu RW yang dibangun dan diresmikan langsung oleh Walikota tahun ini, menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, dan balita, serta pemberdayaan perempuan. Keberadaan Posyandu, sangat vital dalam memberikan layanan kesehatan dasar.

7. Renovasi Stadion Mini: Renovasi beberapa stadion mini di berbagai kecamatan, menyediakan fasilitas olahraga yang memadai bagi warga. Ini mendukung gaya hidup sehat dan memberikan ruang bagi komunitas, untuk beraktivitas fisik.

8. Pengajian Rutin di Kediaman Walikota: Acara pengajian bulanan yang terbuka untuk seluruh warga di kediaman Walikota, menjadi ajang silaturahmi dan interaksi langsung antara masyarakat dengan pemimpinnya. Hal ini, mempererat hubungan antara pemerintah dan rakyat.

9. Gaya Kepemimpinan Komunikatif: Gaya kepemimpinan Walikota Supian Suri dan Wakil Walikota Candra Rahmansyah yang dinilai komunikatif dan tidak kaku, sangat disukai masyarakat.

Pendekatan ini memungkinkan SS-CR lebih dekat dengan rakyatnya, menciptakan iklim pemerintahan yang lebih transparan dan responsif.

Hasil survei LSDI ini, memberikan validasi kuat terhadap kebijakan dan program yang telah dijalankan oleh pasangan Supian Suri-Candra Rahmansyah selama satu tahun pertama masa jabatannya.

Tingkat kepuasan yang tinggi ini diharapkan, dapat menjadi motivasi bagi pemerintah kota untuk terus meningkatkan pelayanan dan pembangunan Kota Depok. (Rik)

Tinggalkan Balasan