Wartasentral.com, Depok – Sekretaris Komisi C DPRD Kota Depok Mazhab HM memantau pelaksanaan proyek pembangunan Jembatan Ikonik Kali Ciwangi, di Jalan Muhasyim, RW 10 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Senin (15/12/2025).
Proyek pembangunan yang berasal dari Pokok Pikiran (Pokir) Mazhab itu, dilakukan guna membangkitkan kawasan Kali Ciwangi yang ia proyeksikan menjadi destinasi baru wisata, sekaligus penggerak UMKM.
Prof Mazhab sapaannya mengatakan, pembangunan jembatan ikonik Kali Ciwangi hampir rampung menjadi jembatan penghubung antarkampung.
Jembatan itu dirancang tidak hanya sebagai sarana infrastruktur, tetapi juga sebagai ikon kawasan yang memberi nilai tambah bagi warga.
“Hari ini saya berada di lokasi pembangunan jembatan Kali Ciwangi di RW 10, RJB. Penataan pinggir kali dan pemasangan konblok sudah selesai, sekarang sedang dilakukan pembangunan jembatan,” jelasnya Mazhab HM di lokasi.
Ia mengemukakan, kawasan Kali Ciwangi memang sudah ramai dikunjungi warga, terutama pada hari libur.
Kondisi tersebut mendorong perlunya penataan kawasan agar lebih nyaman, aman, dan layak menjadi ruang publik.
“Tempat ini memang sering ramai, khususnya di hari libur. Banyak warga datang untuk berjalan kaki dan berkumpul, sehingga perlu ditata dengan baik,” tukasnya.
Mazhab yang juga Ketua DPC PPP Kota Depok itu menjelaskan, jembatan yang tengah dibangun tersebut dirancang memiliki nilai estetika dan menjadi ikon baru kawasan.
Ia optimistis jembatan tersebut, dapat diselesaikan dalam waktu dekat dan segera dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat.
“Insyaallah, dalam waktu dekat jembatan ini selesai. Jembatan yang ikonik ini, akan menambah gairah warga untuk berkumpul dan beraktivitas bersama,” bebernya.
Selain berfungsi sebagai ikon wisata lokal, jembatan Kali Ciwangi juga memiliki peran strategis karena menghubungkan dua kampung.
Ia menambahkan, meningkatnya kunjungan masyarakat ke kawasan Kali Ciwangi turut mendorong pertumbuhan ekonomi warga.
Seiring ramainya aktivitas, tambah Prof Mazhab, mulai bermunculan UMKM baru di sekitar lokasi yang menjual berbagai produk kebutuhan dan kuliner warga.
“Karena sering dikunjungi dan menjadi tempat berkumpul, di sekitar kawasan ini mulai tumbuh UMKM-UMKM baru. Ini yang kita harapkan, ekonomi warga ikut bergerak,” ulasnya.
Ia menegaskan, jembatan Kali Ciwangi diharapkan menjadi contoh pembangunan ruang publik berbasis lingkungan dan ekonomi kerakyatan.
“Ke depan, kawasan tersebut diharapkan tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga menjadi pusat interaksi sosial dan penggerak UMKM di tingkat lokal,” pungkasnya. (Key)






