Wartasentral.com, Jakarta – Wakil Gubernur Rano Karno, mengajak cendekiawan dayak untuk berpartisipasi mengakselerasi Jakarta menuju top kota global dunia.
Ajakan ini disampaikan Rano dalam sambutannya, saat pelantikan dan pengukuhan pengurus Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Dewan Pimpinan Wilayah Provinsi DKI Jakarta, periode 2026-2031 di Balai Agung, Balai Kota, Jumat (30/1/2026).
“Mari kita menjaga semangat bersinergi dan berkolaborasi, untuk menjadikan Jakarta sebagai Kota Global yang inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan,” ajaknya.
Rano berharap, kehadiran ICDN di DKI Jakarta bisa berkontribusi terhadap upaya percepatan meraih predikat top global city. Dijelaskannya, dari lima syarat indikator kota global, salah satunya terkait kebudayaan.
Selama ini ia mengaku terus mendorong penguatan aspek budaya di Jakarta, salah satunya dengan menggelar Karnaval Jakarta Penuh Warna yang diikuti 2.000 pesilat dan 5.000 seniman dari berbagai sanggar Betawi, beberapa waktu lalu.
Event tersebut, menurutnya, tidak hanya ditujukan untuk menampil budaya Betawi, tetapi juga berbagai daerah di Indonesia.
Penampilan budaya berbagai daerah ini, diyakini Rano akan membuat Jakarta semakin meriah dan membantu penilaian indek kota global Jakarta semakin baik.
“Keluarga besar Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional, saya bilang harus tampil di HI. Tapi saya enggak mau kalau tampil cuma 100-200, harus 1.000 orang tampil,” serunya.
Sementara, Ketua Umum ICDN Willy Midel Yoseph menjelaskan, sejak didirikan 2019, DKI Jakarta merupakan salah satu dari enam provinsi yang telah memilki pengurus wilayah.
Selain mengimplementasikan visi dan misi organisasi, ia mengaku telah berpesan kepada seluruh pengurus wilayah, agar berkolaborasi dengan seluruh instrumen sosial setempat untuk mendukung pembangunan.
Ia juga menyambut antusias ajakan Wakil Gubernur DKI Rano Karno dan siap, untuk terlibat dalam kegiatan karnaval budaya di Bundaran HI.
“Kita siap berpartisipasi dan menunjukkan bahwa Indonesia itu sangat kaya, sangat Bhinneka Tunggal Ika dengan berbagai suku, bahasa, adat, dan kesenian,” utasnya. (Rck)






