Puskesmas Cilandak Selenggarakan Observasi Lapangan Bagi penyandang Down Syndrome

Penyandang Down Syndrome saat observasi lapangan di Puskesmas Cilandak (foto: berjak)

Wartasentral.com, Jakarta – Puskesmas Kecamatan Cilandak bekerja sama dengan POTADS, menyelenggarakan kegiatan observasi lapangan bagi penyandang Down Syndrome. Kegiatan ini diadakan, untuk memperingati World Down Syndrome Day.

Kepala Puskesmas Kecamatan Cilandak Sunersi Handayani mengatakan, kegiatan ini diikuti sebanyak tiga peserta berusia 18 hingga 20 tahun, yang sebelumnya mengajukan permohonan untuk mengikuti program magang.

“Awalnya mereka mengajukan permohonan magang, tetapi karena keterbatasan kapasitas serta belum adanya mekanisme baku, kegiatan ini kami ubah menjadi observasi pelayanan,” jelasnya, Selasa (7/4/2026).

Sunersi menjelaskan, dalam kegiatan tersebut para peserta diajak mengamati berbagai layanan di Puskesmas, seperti administrasi dan pendaftaran, dengan pendampingan dari staf.

“Kegiatan ini bertujuan mengenalkan dunia kerja, sekaligus menggali potensi peserta. Mereka melakukan observasi dengan pendampingan, agar mampu menampilkan potensi terbaik dalam melaksanakan tugas pelayanan,” terangnya.

Menurutnya, sebelum kegiatan dimulai, para peserta menjalani asesmen awal untuk mengetahui tingkat kemandirian dan kemampuan komunikasi.

“Hasil dari asesmen ini, menjadi dasar bagi kami dalam menentukan metode pendampingan yang tepat,” paparnya.

Sunersi mengutarakan, tantangan utama dalam kegiatan ini terletak pada aspek komunikasi, sehingga diperlukan empati dan kesabaran dari para pendamping. Selain itu, daya tahan fisik dan kemampuan menyerap informasi juga menjadi perhatian.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini, merupakan yang pertama kali dilaksanakan. Ke depan, kegiatan serupa berpotensi dilakukan secara berkala dengan sistem rotasi peserta.

“Kami akan melakukan evaluasi terlebih dahulu. Namun, secara umum kegiatan berjalan lancar dan peserta menunjukkan sikap kooperatif,” imbuhnya.

Ia berharap, kegiatan ini dapat membantu mengurangi stigma negatif di masyarakat serta membuktikan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi produktif, apabila diberikan kesempatan dan dukungan yang memadai.

“Kami ingin menghadirkan puskesmas, sebagai ruang yang ramah dan terbuka bagi semua. Setiap individu, memiliki kesempatan untuk berkembang,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang peserta kegiatan, Desvita Annisa mengaku senang dapat mengikuti observasi pelayanan tersebut karena memiliki ketertarikannya untuk berkarier di bidang kesehatan.

“Saya ingin menjadi perawat, agar bisa membantu anak-anak dan ibu hamil,” tandasnya. (Rick)

Tinggalkan Balasan