Wartasentral.com, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendapat dukungan dari Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari, untuk mengawal proses investigasi internal oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dan mendorong sanksi berat, jika terduga pelaku terbukti bersalah.
Hal itu dilakukan Menpora, dalam menyikapi kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik, yang terjadi di pelatihan nasional (Pelatnas) cabang olahraga panjat tebing.
Ketum NOC Indonesia memandang, kasus tersebut sebagai permasalahan serius dan harus ditindaklanjuti secara obyektif hingga tuntas.
Pasalnya, segala bentuk kekerasan, pelecehan, maupun intimidasi tidak boleh terjadi di dunia olahraga, terlebih di pelatnas yang seharusnya menjadi ruang aman dan mendukung perkembangan para atlet dalam mencapai prestasi.
“Saya begitu prihatin mendengar kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik, terhadap atlet panjat tebing ini terjadi di Pelatnas,” tukasnya, Selasa (2/3/2026).
Okto mengemukakan, NOC Indonesia mendukung penuh komitmen dan langkah cepat Menpora Erick Thohir, untuk memastikan kasus ini diusut secara obyektif, transparan, profesional, dan berkeadilan.
“Lingkungan pelatnas harus menjadi ruang yang aman, bagi seluruh atlet untuk berkembang dan berprestasi. Atlet harus merasa terjamin keamanannya, dihormati dan dilindungi,” tegasnya.
Sejalan dengan langkah Menpora Erick, NOC Indonesia juga menunjukkan komitmen terhadap upaya perlindungan untuk atlet dan terciptanya ekosistem olahraga yang aman, dengan mengawal proses investigasi yang saat ini sedang berlangsung melalui Safeguarding Task Force.
Okto menjelaskan, program safeguarding yang diimplementasikan sejak tahun 2024 ini merupakan langkah sistematis.
Yaoni berupa komitmen moral dan tanggung jawab institusional, untuk memastikan seluruh atlet berhak mendapatkan kesempatan untuk berlatih, berkembang, dan berprestasi dalam lingkungan yang aman, inklusif dan bebas dari ancaman dalam bentuk apapun.
NOC Indonesia juga telah mengirim surat resmi kepada seluruh federasi nasional anggota NOC Indonesia, guna memastikan edukasi, sosialisasi, serta penerapan kebijakan safeguarding berjalan secara konsisten dan terukur.
“Kami terus berkoordinasi secara intesif baik dengan FPTI, Kemenpora maupun federasi nasional berbagai cabor, karena kami tak kenal kompromi dalam menghadapi kasus dugaan kekerasan seksual seperti ini,” ungkap Okto.
Kasus ini, imbuhnya, menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk memperkuat sistem pencegahan, edukasi, serta mekanisme pelaporan yang aman dan terpercaya.
“NOC Indonesia, berkomitmen mendukung setiap langkah strategis pemerintah termasuk Kemenpora, dalam menciptakan ekosistem olahraga nasional yang berintegritas, profesional, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” pungkasnya.(Rck)
