Ragam  

Keterbatasan Lahan Tidak Halangi Warga Perkotaan Hadirkan Inovasi Pertanian

Ketua TP-PKK Kota Depok Siti Barkah Hasanah saat mengikuti kegiatan panen bersama KWT Mutiara Bersinar RW 13 Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Senin (16/03/26). (Foto: disk)

Wartasentral.com, Depok – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok Siti Barkah Hasanah, mengikuti kegiatan panen bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Mutiara Bersinar RW 13 Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Senin (16/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Cing Ikah sapaannya mengaku senang dapat ikut serta memanen hasil KWT Mutiara Bersinar berupa sayuran pokcoy.

Hasil panen ini menjadi bukti, keterbatasan lahan di wilayah perkotaan tidak menghalangi warga untuk berinovasi dalam kegiatan pertanian.

“Alhamdulillah hari ini, saya bisa ikut panen bersama KWT Mutiara Bersinar. Di luar dugaan saya, karena biasanya di lingkungan kompleks cukup sulit mengumpulkan warga dengan kesibukan masing-masing. Namun di sini, saya melihat warganya sangat kreatif, kompak, dan guyub,” ujarnya.

Cing Ikah menyebut, kekompakan warga tersebut mampu menghadirkan inovasi yang luar biasa. Selain itu juga, sejalan dengan visi Wali Kota Depok Supian Suri dalam mendorong konsep petani modern di tengah masyarakat perkotaan di Kota Depok.

Ia juga menilai semangat warga dalam menanam berbagai jenis sayuran, dapat menjadi contoh baik bagi masyarakat lainnya.

“Saya melihat di tengah lahan yang sangat sempit, bahkan memanfaatkan fasilitas sosial yang ada, warga mampu menghadirkan kegiatan pertanian yang produktif. Tanamannya juga bagus dan ini hasil kolaborasi bersama dinas terkait serta PKK,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KWT Mutiara Bersinar Endah Winarti menjelaskan, KWT ini mejadi wadah bagi ibu-ibu di RW 13 untuk mengembangkan kegiatan pertanian skala rumah tangga.

“KWT ini merupakan kumpulan ibu-ibu di RW 13, yang mulai menanam dan mengelola tanaman dengan metode hidroponik,” jelasnya.

Ia mengutarakan, hasil panen sayuran dari KWT Mutiara Bersinar itu, dipasarkan atau dijual juga kepada masyarakat sekitar.

Kemudian, hasil penjualan tersebut dikumpulkan mereka untuk mendukung keberlanjutan kegiatan penanaman berikutnya.

“Hasil panennya, kami jual ke masyarakat sekitar dan uangnya, menjadi kas untuk perputaran penanaman kembali,” tutupnya. (Rik)

Tinggalkan Balasan