Wartasentral.com, Depok – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Reni Siti Nuraeni, Selasa (3/3/2026) menyebut, kerjasama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan PT Bintang Sakera Abadi (BSA) bisa mengikis “gunung” atau timbunan sampah di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Cipayung.
“Jika masyarakat bisa melakukan pengurangan timbulan sampah dari hulu, kerjasama kita dengan BSA nanti bisa mengurangi timbunan sampah yang ada di TPA Cipayung,” ujarnya.
Pasalnya, Perjanjian Kerjasama (PKS) pengelolaan sampah tersebut, urainya, dilakukan guna menanggulangi timbulan sampah sebanyak 1300 ton per hari, yang masuk ke TPA.
Dalam sehari, kupas Reni, BSA harus mengelola 1300 ton sampah. Jika timbulan sampah kurang dari jumlah itu, maka BSA bisa mengolah timbunan sampah yang ada di TPA.
“Karena kan sehari harus mengelola sampah 1300 ton, jika kurang dari segitu, maka BSA bisa mengambil sisanya dari timbunan sampah yang ada di TPA. Jadi sampah yang ada akan berkurang,” bebernya.
Reni mengemukakan, progres kerjasama itu baru sebatas Memorandum of Understanding (MoU). Saat ini, masih dalam tahap draft pembahasan PKS, untuk nanti disampaikan ke DPRD jika sudah final.
Ia mengaku, ternyata mengelola sampah itu bukan cuma masalah kebersihan. Tapi disitu banyak komponen lain. Seperti soal kesehatan masyarakat, kemampuan fiskal daerah, kemudian ada tentang tata kelola pemerintahan.
Ia merinci, ketika bicara sedikitnya 1300 ton per hari, itu bukan nilai statistik. Tapi disitu ada biaya operasional yang harus dikeluarkan, pertimbangan sarana prasarana yang dimiliki, belum lagi bicara usia TPA.
“Jadi mau tidak mau, 1300 atau per hari itu harus kita tangani dan kalau tidak kita tangani, yang pertama operasional akan semakin mahal. Kedua usia TPA saat ini, kondisinya sudah seperti ini yang akan semakin pendek,” tatarnya.
Reni menegaskan, pengelolaan itu prioritasnya adalah timbulan sampah. Kalau sudah ada pengurangan sampah dari hulu, maka timbulannya akan semakin sedikit.
“Misalkan dalam perjanjian sehari BSA harus kelola timbulan sampah 1300 ton, dengan adanya pengurangan dari hulu ternyata hanya ada di bawah 1000 ton. Itu kan jumlahnya jadi belum tercukupi, jadi dia akan mengambil kekurangan jumlah sampahnya dari timbunan sampah TPA,” paparnya.
Ia pun menyampaikan, selama ini PT BSA sudah mengelola sampah di berbagai daerah di Indonesia namun hanya dalam skala kecil.
“Ada di semua daerah se-Indonesia, tapi kalau pengelolaan sampah yang skala besar ini yang pertama dengan Kota Depok,” pungkasnya. (Rik)
