Kabid SDA Ungkap, Penanganan Banjir Jadi Agenda Utama DPUPR Depok 2026

Kabid SDA DPUPR Depok Rizwan Nurrahim (berdiri) saat pemaparan materi Musrenbang Kecamatan Sukmajaya (foto: els)

Wartasentral.com, Depok – Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Rizwan Nurrahim, memaparkan program prioritas pembangunan infrastruktur Kelurahan tahun 2026.

Hal itu ia sampaikan, saat menjadi Nara Sumber Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sukmajaya, Jumat (30/1/2026).

Dalam forum tersebut, ia menegaskan, penanganan banjir menjadi agenda utama Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, guna menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Pada 2026, kami fokus mengerjakan persoalan banjir. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk membangun budaya menjaga air dan lingkungan,” ujar Rizwan.

Ia menjelaskan, penanganan banjir akan dimulai dari identifikasi titik-titik rawan, serta pembenahan sistem drainase yang dinilai belum optimal.

Selain itu, pengawasan terhadap pembuangan limbah, termasuk dari sektor industri, juga akan diperketat agar tidak mengganggu aliran air.

“Kami sebenarnya, sudah membaca titik-titik kunci permasalahan. Setiap wilayah memiliki karakter berbeda, sehingga penanganannya tidak bisa disamaratakan,” tegas Rizwan.

Ia menyampaikan, pengaturan konstruksi turut menjadi perhatian dalam perencanaan tahun depan. Langkah tersebut dilakukan, untuk memastikan pembangunan tidak memperburuk kondisi lingkungan, terutama di kawasan yang rentan tergenang.

Ia pun menekankan pentingnya koordinasi lintas wilayah, khususnya terkait jalan berstatus provinsi dan infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah daerah tingkat atas.

Menurutnya, Komunikasi intensif terus pihaknya lakukan agar proses perbaikan dapat segera direalisasikan.

“Kalau kewenangannya ada di provinsi, tentu kami harus intens berkomunikasi, supaya masyarakat tidak menunggu terlalu lama,” bebernya.

Rizwan mengungkapkan, pembangunan infrastruktur akan menjangkau berbagai kelurahan dan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan perangkat wilayah hingga tingkat RT.

Pelibatan tersebut, sambung Rizwan, dinilai penting agar program yang dirancang benar-benar sesuai kebutuhan warga.

“Kami ingin sebelum kegiatan dilaksanakan, pihak kelurahan sampai RT sudah mengetahui rencana ini. Dengan begitu, pelaksanaan akan lebih mudah dan tepat sasaran,” lontarnya.

Beberapa wilayah, kupasnya, telah masuk dalam pemetaan awal, untuk pembangunan dan rehabilitasi fasilitas lingkungan.

Upaya ini ia harapkan, mampu meningkatkan kualitas permukiman sekaligus memperkuat ketahanan kawasan terhadap potensi banjir.

Tak hanya berfokus pada 2026, Rizwan menyebut perencanaan pembangunan 2027 juga mulai disiapkan.

Prioritas akan diberikan pada program yang relatif cepat direalisasikan, namun sangat berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

“Perencanaan 2027, sudah kami siapkan. Kami memilih program yang mudah dilaksanakan, tetapi mampu menghadirkan kenyamanan bagi warga,” imbuhnya.

Melalui forum musrenbang tersebut, Rizwan berharap terbangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat, dalam menentukan arah pembangunan.

“Langkah penanganan banjir dan pemerataan infrastruktur kami harapkan dapat berjalan lebih efektif, serta menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan yang tertata dan berkelanjutan di Kota Depok,” pungkasnya. (Rik)

Tinggalkan Balasan