Wartasentral.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyerahkan secara simbolis kunci hunian Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pulo Gebang, Jakarta Timur, kepada warga yang sebelumnya tinggal di kawasan Taman Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Senin (12/1/2026).
Relokasi ini merupakan upaya percepatan pengembalian fungsi lahan makam di Jakarta, yang semakin terbatas.
Ia menyampaikan, relokasi menyasar kepada 103 Kepala Keluarga (KK), yang menempati lahan seluas 3.754 meter persegi di TPU Kebon Nanas.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 73 KK bersedia direlokasi ke rusunawa yang telah disediakan, sementara 30 KK lainnya memilih mencari tempat tinggal secara mandiri.
“Saya bersyukur pada hari ini bisa hadir dalam acara, untuk penyerahan dan pelepasan kunci bagi warga yang dipindahkan, selama ini mereka menempati di TPU Kebon Nanas,” ujar Pramono.
Ia juga memastikan, proses transisi warga akan dibantu sepenuhnya oleh pemerintah. Untuk meringankan proses adaptasi, Pemprov DKI memberikan kebijakan gratis biaya sewa selama enam bulan bagi warga umum, dan gratis selamanya bagi warga lanjut usia (lansia).
Relokasi warga ini dilakukan, mengingat kondisi krisis lahan pemakaman di Jakarta. Dari 80 TPU yang ada, 69 di antaranya sudah tidak bisa melayani pemakaman secara normal, atau menggunakan sistem tumpang tindih, termasuk di TPU Kebon Nanas.
Sedangkan 11 makam lainnya, masih bisa melayani pemakaman secara normal. Pengembalian fungsi lahan di TPU Kebon Nanas ini, diproyeksikan mampu menambah kapasitas hingga 1.000 petak makam baru.
“Ini sebenarnya memang menjadi program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sebelum nantinya mempunyai lahan baru yang cukup luas untuk dikembangkan sebagai TPU baru,” lanjutnya.
Pramono pun mengapresiasi warga, yang bersedia melakukan relokasi ke rusunawa yang telah disiapkan. Warga tersebut sebelumnya, telah menempati lahan TPU sekitar 25-30 tahun.
Ia berharap, eks warga yang bermukim di TPU tersebut merasakan kenyamanan, tinggal di rusunawa yang telah disediakan. Ia juga meyakini, kualitas kehidupan warga akan menjadi lebih baik.
Pemprov DKI, katanya, juga akan memberikan bantuan pendidikan berupa Kartu Jakarta Pintar (KJP) kepada anak-anak yang ikut direlokasi, serta memberikan bantuan kepada warga agar tetap bisa bertahan secara ekonomi.
“Saya minta kepada jajaran terutama Dinas Sosial, Wali Kota terkait, kemudian Dinas Perumahan untuk membantu terutama pendidikan anak dan juga mata pencaharian,” ucap Pramono.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menjelaskan, relokasi ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi lahan TPU di Jakarta Timur.
Pengembalian fungsi lahan di TPU Kebon Nanas ini, diproyeksikan mampu menambah kapasitas hingga 1.000 petak makam baru.
“Dihuni oleh sekitar 103 kepala keluarga dengan rincian 73 KK, bersedia direlokasi dan 30 KK tidak bersedia direlokasi ke rumah susun dan akan mencari kontrakan sendiri dikarenakan ada usaha di sekitar lokasi TPU,” jelas Munjirin.
Ke-73 warga tersebut, direlokasi ke enam rusunawa yang telah disediakan. Di antaranya 46 KK di Rumah Susun Pulo Gebang, lima KK di Rumah Susun Cipinang Muara, enam KK di Rumah Susun Cipinang Besar Selatan, satu KK di Rumah Susun Jatinegara Barat, sembilan KK di Rumah Susun Jatinegara Kaum, dan enam KK di Rumah Susun Pondok Bambu.
Menurut Munjirin, proses relokasi akan dilakukan secara bertahap untuk pendataan administrasi dan perpindahan anak sekolah.
Untuk meringankan beban warga yang direlokasi, Pemkot Jakarta Timur juga memberikan bantunan berupa modal usaha senilai Rp500.000, paket natura, paket hygiene kit, dan kasur.
Selain TPU Kebon Nanas, Pemerintah Kota Jakarta Timur juga telah menertibkan lahan di TPU Kober, Rawa Bunga. Dari lahan seluas 1.576 meter persegi di TPU Kober, kini tersedia tambahan 420 petak makam baru.
Salah satu warga yang direlokasi ke Rusunawa Pulo Gebang, Guntur, mengaku senang bisa menempati rumah yang lebih layak.
Rusunawa yang dihuninya itupun telah memiliki berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat, seperti playground, jogging track, masjid, lapangan futsal, area taman, dan lainnya.
Guntur mengaku, sebelumnya telah menempati lahan di TPU Kebon Nanas selama sekitar 17 tahun.
“Ya kami bersyukur, karena fasilitas juga lengkap di sini. Keluarga saya, senang semua. Anak-anak kami, juga betah di sini,” tandasnya. (Ick)






