Ragam  

Fraksi – Fraksi DPRD DKI Jakarta Sampaikan Pandangan Umum Perubahan APBD 2025

Fraksi - Fraksi DPRD DKI Jakarta Sampaikan Pandangan Umum Perubahan APBad 2025
Rapat paripurna mendengarkan pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 (foto: ist)

Wartasentral.com, Jakarta – DPRD DKI Jakarta menggelar rapat paripurna untuk mendengarkan pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025, sekaligus jawaban Gubernur atas pandangan tersebut.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, rapat paripurna ini kami buka dan kami nyatakan terbuka untuk umum,” ucap Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah, saat membuka rapat paripurna, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (21/7/2025).

Dalam pandangannya, Fraksi Nasdem menyampaikan masalah ketenagakerjaan, seperti tumpang tindih pelatihan kerja, rendahnya efektivitas Job Fair, dan kesenjangan digital.

Fraksi PAN menekankan pentingnya partisipasi publik dalam penganggaran dan pengawasan, serta pemanfaatan teknologi untuk transparansi.

Fraksi Demokrat–Perindo, dengan tegas meminta pengelolaan subsidi Transjakarta dilakukan adil dan efisien.

Sedangkan Fraksi PSI, menyinggung penurunan anggaran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita.

Kemudian, Fraksi PDI Perjuangan mendorong optimalisasi pendapatan dan prioritas belanja untuk sektor pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, banjir, dan UMKM.

Fraksi Gerindra sendiri, menekankan pentingnya transparansi anggaran, akomodasi aspirasi reses, dan pelaksanaan job fair rutin.

Adapun Fraksi PKS meminta peningkatan Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI), perbaikan fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta perhatian lebih terhadap kader masyarakat dan realisasi dana hibah.

Fraksi PKB meminta Pemprov DKI untuk segera menanggulangi masalah kemiskinan ekstrem, polusi udara, efektivitas belanja UMKM, digitalisasi layanan publik, serta pengawasan Penyertaan Modal Daerah (PMD).

Sementara, Fraksi Golkar mendorong penguatan program gizi, integrasi layanan Posyandu, Puskesmas, PAUD, serta revitalisasi layanan kesehatan dasar. (Dea)

Tinggalkan Balasan