Wartasentral.com, Depok – Kelurahan Duren Seribu (Duser) Kecamatan Bojongsari, Kota Depok yang telah mendeklarasikan sebagai Desa Damai, mendapat kunjungan dari Negara Pakistan.
Kegiatan itu, diinisiasi oleh Wahid Foundation (WF) yang telah lama bekerjasama dengan masyarakat Duren Seribu dan UN Women Indonesia.
Sejumlah Delegasi dari Pakistan itu, datang ke Duren Seribu untuk melakukan Pertukaran Pengetahuan tentang Model Perdamaian dan Keadilan Berbasis Komunitas yang Dipimpin Perempuan atau Knowledge Exchange on Women-Led Community – Based Peace and Justice Models.
Kepala Program (Head of Programmes) UN Women Indonesia Dwi Yuliawati Faiz mengutarakan, merasa bangga dan ingin memperkenalkan Kelurahan atau desa Duren Seribu ini, sebagai salah satu desa percontohan.
“Kita ingin memperkenalkan Duren Seribu kepada Delegasi Pakistan bahwa, pembangunan perdamaian dan pemberdayaan masyarakat dengan kepemimpinan perempuan serta kesetaraan gender, bisa dibangun di desa ini,” jelasnya.
Ia mengutarakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran bersama, untuk melihat praktik nyata yang telah berjalan di desa damai Duser.
“Kami datang jauh-jauh, dari Pakistan untuk belajar langsung dari apa yang telah dilakukan masyarakat Kelurahan Duren Seribu. Praktik-praktik baik di sini, menjadi contoh penting dari kolaborasi masyarakat dan lembaga Nasional,” imbuh Dwi.
Ia berharap, pengalaman yang diperoleh selama kunjungan ini dapat menjadi inspirasi dan dibawa kembali ke Pakistan, untuk dikembangkan sesuai dengan konteks masyarakat setempat.
Delegasi yang datang dan ingin pelajari pemberdayaan perempuan desa damai Duser rincinya, antara lain Political and security analyst and Associate Fellow with the Strategic Studies and Neighborhood Studies departments at Observer Research Foundation Khalid Shah, Executive Director of a Civil Society Organization called HomeNet Pakistan Ume Laila Azhar, National Counter Terrorism Authority (NACTA) Federal Government of Pakistan Dr. Uzma Siraj, Minority Rights Group International Naumana Suleman dan National Assembly of Pakistan Kiran Haider.
Ia menyampaikan, delegasi Pakistan yang datang ke Duser ada dari Kementerian, Komisi Nasional Perempuan, Badan Pembarantasan terorisme dan kepolisan ini, ingin mempelajari yang Duser lakukan bersama Wahid Foundation selama ini.
“Terutama, tentang proses sampai terbentuknya pembangunan desa damai Duren Seribu dan bagaimana, perempuan bisa berperan menjadi pemimpin dalam sejumlah komunitas,” ulasnya.
Dwi mengatakan, pelajaran apa yang diterima dengan baik oleh delegasi Pakistan, akan dibawa untuk nanti diterapkan ke Negara Pakistan.
Deputy Country Representative UN Women Pakistan Jacqui Ketunuti, menyampaikan rasa optimismenya terhadap potensi kerja sama lintas Negara, dalam membangun masyarakat yang inklusif dan damai.
“Saya percaya, Pakistan bisa belajar banyak dari Kelurahan Duren Seribu. Kita bisa saling mendukung dan memperkuat satu sama lain, dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Duren Seribu Ahmad Sabani merasa bangga dan menyambut baik kedatangan para delegasi Pakistan tersebut.
Menurutnya kedatangan mereka banyak hal kebaikan-kebaikan yang akan didapat dari rekomendasi atau untuk menciptakan kerukunan dan perdamaian.
“Saya atas nama warga Duren Seribu, sangat menyambut hangat delegasi dari pemerintah Pakistan, yang datang ke Kelurahan atau ke desa ini,” ungkapnya.
Sabani menginformasikan, Kelurahan Duser ini luasnya 42,25 hektar. Terdiri dari 11 RW dan 40 RT, dimana ada 8 perempuan yang manjadi Ketua RT. Ada juga satu perempuan, menjadi anggota Linmas dan dari Posyandu semunya perempuan.
Warga Duser, terangnya, dari berbagai berprofesi bekerjasama menciptakan kerukunan umat beragama, menciptakan perdamaian yang berbasis komunitas, yang melibatkan seluruh unsur.
Pemberdayaan perempuan juga dilakukan dengan berbagai program, lanjut Sabani, yang dalam hal ini berkolaborasi dengan Wahid Foundation untuk bagaimana perempuan itu mempunyai peran.
“Ya peran perempuan penting dalam membangun masyarakat yang damai, oleh karena itu saya terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, komunitas-komunitas yang ada ibu-ibu untuk bagaimana terus menciptakan perdamaian khususnya,” utasnya.

Camat Bojongsari Suryana Yusuf mengatakan, pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan Daerah, khususnya Kecamatan Bojongsari Kota Depok.
Ia memaparkan visi dan misi Kota Depok, di antaranya pengembangan sumber daya manusia yang inklusif, pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, serta penguatan ekonomi kreatif, khususnya yang melibatkan perempuan.
“Di Kota Depok, program pak Walikota perempuan benar-benar dilibatkan dalam proses pembangunan, termasuk dalam sektor ekonomi dan pelayanan sosial,” terang Suryana.
Ia juga menyinggung pelayanan Posyandu Duren Seribu, yang telah memenuhi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Sedangkan Federal Secretary Ministry of Human Rights Pakistan Abdul Khalique Shaikh, mengaku terkesan dengan praktik inklusivitas dan keberagaman yang dijalankan masyarakat Indonesia, khususnya di Duren Seribu.
“Kami sangat terinspirasi, melihat bagaimana perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan kepemimpinan di Kelurahan ini. Partisipasi perempuan, terlihat nyata di hampir semua aspek,” urainya.
Direktur Eksekutif Wahid Foundation Siti Kholisoh, menjelaskan bahwa gagasan-gagasan almarhum Abdurrahman Wahid diterjemahkan ke dalam inisiatif konkret melalui riset, advokasi kebijakan dan penguatan komunitas.
Ia menyebut, Wahid Foundation secara konsisten menerbitkan laporan tahunan tentang kemerdekaan beragama dan berkeyakinan sejak 2008.
Siti juga menyoroti berbagai tantangan sosial di Indonesia, mulai dari ketimpangan ekonomi, kerentanan sosial, hingga masih kuatnya pandangan yang menempatkan perempuan sebagai kelompok kelas kedua.
Kondisi tersebut, menurutnya, berkontribusi pada lemahnya kohesi sosial dan meningkatnya kerentanan terhadap intoleransi dan ekstremisme.
“Pendekatan keamanan saja tidak cukup. Penguatan komunitas, terutama perempuan, menjadi kunci dalam membangun ketahanan sosial dan perdamaian,” ulasnya.
Ketua TP PKK Kelurahan Duren Seribu Selvia Rasman menceritakan rasa bangganya, sebab pertama kalinya Kelurahan Duren Seribu dikunjungi oleh delegasi dari Negara Pakistan.
Menurutnya, Ini menunjukkan, perubahan peran perempuan sejak adanya pendampingan dari Wahid Foundation.
Selain itu juga PKK merupakan bagian dari pemberdayaan perempuan, untuk terus mengabdi kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, kami sampaikan apresiasi atas kehadiran delegasi Pakistan ke wilayah kami. Program Pemerintah Kota Depok khususnya PKK, menekankan bahwa perempuan ikut andil dalam pembangunan di segala bidang,” ungkapnya.
Ia berharap bukan hanya Pakistan yang datang ke Duren Seribu, negara-negara lainnya pun kedepannya ia harap ikut datang ke Duren Seribu. (Rik)






