Ekbis  

Pertahankan Warisan Budaya Orang Tua, Walikota Depok Buka Pasar Tumpah

Pertahankan Warisan Budaya Orang Tua, Walikota Depok Buka Pasar Tumpah
Walikota Depok Supian Suri bersama Wakilnya Chandra Rahmansyah didampingi Kapolres Abdul Waras dan Dandim 0508 Imam Widhiarto, serta Pj Sekda Depok Nina Suzana membuka Pasar rakyat takbiran Depok 2025
Bagikan:

Wartasentral.com, Depok – Walikota Depok Supian Suri bersama Wakilnya Chandra Rahmansyah didampingi Kapolres Abdul Waras dan Dandim 0508 Imam Widhiarto, membuka Pasar rakyat takbiran Depok 2025 food big bazar and fun, di jalan Naming D Bothin, kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Minggu (30/3/2025).

Pasar rakyat yang di gelar itu, merupakan tradisi warga kampung Lio sejak tahun 70 an.

“Atas nama pemerintah, mengizinkan pasar tumpah pasar rakyat ini yang sudah dari tahun 70-an. Ini mewariskan budaya dari orang tua kita dulu, walaupun sekarang Depok sudah menjadi kota banyak mall,” ungkap Walikota.

Ia berharap, kegiatan yang sudah menjadi tradisi di Kp.Lio itu, bisa berjalan dengan tertib, aman dan nyaman.

“Mudah-mudahan, kegiatan ini buat kebaikan kita semua. Sekali lagi ini saya titip juga kepada panitia tidak ada yang kehilangan, termasuk juga kendaraan yang parkir dan yang datang ke sini tolong dijaga,” pintanya.

Supian menegaskan, jangan sampai ada pengunjung yang ingin bergembira, terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Jadi sekali lagi panitia bertanggung jawaban penuh terhadap hal ini, tentunya dukungan dari teman-teman kepolisian dan Pol PP juga, untuk terus monitor kegiatan di sini sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriatna memberi apresiasi atas terselenggaranya pasar rakyat itu.

”Saya mengucapkan apresiasi ke Pemerintah Kota Depok, yang sudah mengizinkan dan mensuport kegiatan pasar tumpah,” tukasnya.

Kehadiran Walikota bersama rombongan, di sambut dengan tradisi palang pintu oleh panitia.

Ketua panitia pasar tumpah Ismail, merupakan ketua RT 01/RW 19 di Kampung Lio dan Sudah 35 tahun jadi RT.

Ia menyampaikan, sebenarnya ada tiga alasan diselenggarakannya kegiatan pasar tumpah tersebut.

Menurutnya, mekanisme dalam perjalanan pasar malam takbiran terkait dengan penyelenggaraan itu, sudah beberapa tahun lalu dilaksanakan dan sudah menjadi tradisi, kebiasaan di wilayah kampung Lio.

“Pasar tumpah, yang mana pasar ini tumpah meriah di Jalan Dewi Sartika. Dulu pun, sudah ada sebelum Depok menjadi kota dimana listrik juga belum ada,” bebernya.

Namun demikian, tambahnya, semuanya berjalan dengan baik tanpa ada unsur kepanitiaan.

“Dulu semuanya berjalan, kini menjadi satu sejarah, mempertahankan budaya kita yang di kampung Lio,” imbuhnya.

Lalu, kata Ismail, kesempatan banyak buat masyarakat yang mau belanja tidak perlu pakai duit banyak dan di sini belanja murah, serta kualitasnya tidak kalah dengan kualitas mall.

Alasan ketiga, urainya, bagaimana caranya menciptakan kesenangan bagi orang banyak. Semua berbahagia, karena mereka dapat rezeki dari hasil pasar malam tersebut.

“Ada juga pasar obral,ada yang barangnya diobral dan harganya akan diturunkan,” pungkasnya. (Rik)

Tinggalkan Balasan