Ragam  

Rano Bangga Jakarta Punya Batik Khas Kampung Budaya Betawi Sukapura

Wagub DKI Jakarta Rano Karno bersama warga Kampung Budaya Betawi Sukapura, Jalan Tipar Cakung, Kelurahan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara. (Foto: beritajakarta)

Wartasentral.com, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, menghadiri halal bihalal dan peluncuran Batik Betawi khas Sukapura, di Kampung Budaya Betawi Sukapura, Jalan Tipar Cakung, Kelurahan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (10/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Rano disuguhkan peragaan busana Batik Betawi khas Sukapura hasil kreasi warga sekitar, setelah rampung mengikuti pelatihan membatik.

“Serius saya bangga dan tadi saya berbisik, nih tanah siapa di daerah sini masih ada tanah seluas ini. Apalagi kalau tanah ini, dalam tanda kutip, mau diwakafkan untuk membangun kebudayaan kita, Wow!,” katanya.

Ia mengatakan, mungkin sebagian orang masih berpikir apa gunanya menjaga kelestarian budaya kita. Ditegaskannya, bila kebudayaan hilang, akan membuat tradisi, tata cara hingga adab juga hilang.

Karena itu, Rano menegaskan selama Ia menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta akan berupaya semaksimal mungkin untuk melestarikan budaya.

Ia berjanji sebagai jangka pendek akan memberikan bantuan, berupa perangkat soundsystem ke Yayasan Kampung Budaya Betawi Sukapura.

Peralatan itu diharapkannya bisa mendukung berbagai penampilan dan kegiatan budaya, yang akan digelar mereka.

Lalu, Rano juga meminta Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Miftahuloh Tamary untuk memfasilitasi hingga 10 kali kegiatan pelatihan membatik bagi masyarakat di sekitar Perkampungan Budaya Betawi Sukapura.

“Kalau mau, nanti bisa Abang kirim untuk belajar ecoprint namanya, jadi bikin bahan pakaian dari daun-daun. Nanti Mpok Dewi, istri Abang, akan kirim tim kemari,” tambahnya.

Rano melanjutkan, pada 2027 mendatang, DKI Jakarta akan memasuki usia ke-500 tahun atau lima abad. Ia berharap para ibu pengrajian batik di Kampung Budaya Betawi Sukapura, bisa membuat kreasi motif batik edisi usia 500 tahun kota Jakarta.

Terhadap anak-anak yang mementaskan kreasi seni budaya di hadapannya, ia berharap mereka terus mengasah diri.

Nantinya, ia berharap mereka juga bisa tampil memeriahkan Karnaval Budaya di Bundaran HI saat pelaksanaan Car Free Day.

Selain itu, Rano juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan dan partisipasi masyarakat serta organisasi masyarakat Betawi khususnya, sehingga Jakarta bisa dianugerahi label sebagai kota teraman kedua di dunia setelah Singapura.

“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Sekali lagi, semangat! Mudah-mudahan apa yang kita bangun ini menjadi kepentingan buat kita bersama,” tutupnya. (Key)

Tinggalkan Balasan