Ekbis  

Dapat Hibah 30 Juta Dari Wali Kota Depok, KKMP Cilangkap Mulai Berkembang Maju

Ketua KKMP Cilangkap Taufik Zulfikar (kiri) menunjukkan produk di gerai Kelurahan (foto: Riki)
Bagikan:

Wartasentral.com, Depok – Usai Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memberikan bantuan dana hibah sebesar Rp. 30 juta, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Cilangkap menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Hingga kini, dengan jumlah anggota 178 orang itu, Koperasi tersebut sudah membuka unit usaha disejumlah tempat guna melayani kebutuhan masyarakat dan mensejahterakan para anggotanya.

“Pemberian dana hibah dari Wali Kota Depok Supian Suri pada tahun 2025 lalu, benar-benar memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap berjalannya roda usaha KKMP di Kota Depok,” ujar Ketua KKMP Cilangkap Taufik Zulfikar, di Sekretariat KKMP Cilangkap, Selasa (13/1/2026).

Dari dana itu ditambah simpanan wajib anggota, urainya, KKMP Cilangkap, Tapos ini, sudah membuka gerai usaha untuk melayani kebutuhan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) anggotanya dan masyarakat.

Ia menyampaikan, sementara pengembangannya kebetulan sudah ada gerai di beberapa wilayah tempat tinggal pengurus KKMP Cilangkap.

“Selain di Kantor Kelurahan, kami ada gerai di RW 5, kebetulan itu rumahnya bendahara, di RW 01 itu rumah Sekretaris Koperasi dan ada gerai di RW 14 kebetulan itu rumah saya,” rincinya.

Taufik mengatakan, sebagai langkah awal, fokus pada unit usaha jual beli sembako. Pasalnya, kalau untuk simpan pinjam, ia menilai itu perlu ada regulasi yang betul-betul ketat.

Meski begitu, ia mulai menjajaki kerjasama dengan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari guna memfasilitasi para anggota dan masyarakat umum, yang membutuhkan pinjaman dana.

“Alhamdulillah tadi kami kedatangan tamu dari KSP Nasari, mereka menawarkan untuk bisa bekerjasama terkait dengan simpan pinjam. Ini sifatnya baru penjajakan, kami perlu mendalami lagi sistem pengembalian uang pinjaman,” jelasnya.

Hal itu ia lakukan, lantaran ia melihat peluang keuntungan bagi para anggota KKMP Cilangkap, bila menjadi fasilitator simpan pinjam tersebut.

“Dengan memfasilitasi pinjaman itu, kami melihatnya ada peluang keuntungan yang dapat dijadikan sebagai Sisa Hasil Usaha (SHU), yang akan diberikan kepada anggota KKMP Cilangkap setelah tutup buku,” beber Taufik.

Selain itu, menurutnya bisa meminimalisir masyarakat untuk tidak lagi memanfaatkan pinjaman online (Pinjol) yang sering dirasakan mencekik masyarakat.

Menyinggung keuntungan masyarakat yang menjadi anggota KKMP, Taufik mengungkapkan, yang pertama anggota dapat keuntungan secara langsung, dari margin harga barang yang dibeli.

“Misalnya, jika anggota beli beras SPHP di koperasi ini, tentunya akan mendapatkan harga lebih murah, dibawah harga masyarakat umum yang juga membeli di koperasi ini,” ulasnya.

Taufik mengemukakan, keuntungan anggota lainnya adalah bisa membeli Sembako di koperasi dengan cara pembayaran tempo. Hari ini ambil Sembako, bayarnya nanti.

Yang lebih menarik lagi, tambahnya, anggota KKMP Cilangkap bisa mendapatkan uang SHU dari transaksi jual beli di Koperasi.

Anggota pun bisa melakukan simpanan sukarela yang sifatnya berupa tabungan, dimana uangnya bisa diambil kembali kapanpun.

Ia mengaku, tidak berhenti di 178 anggota. Ia menargetkan, mampu merekrut anggota hingga mencapai 250 sampai 300 orang.

“Saya berharap, masyarakat Cilangkap sadar akan pentingnya menjadi anggota Koperasi. Sebab tujuan kita adalah, mensejahterakan anggota. Jadi, ayo warga Cilangkap bergabung dengan KKMP Cilangkap,” pungkasnya. (Key)

Tinggalkan Balasan